News

Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Petinggi PT ASA Terancam 5 Tahun Penjara

Pelaku dijerat dengan UU Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Pengendalian wabah penyakit menular.


Jadi Tersangka Kasus Penimbunan Obat Covid-19, Petinggi PT ASA Terancam 5 Tahun Penjara

AKURAT.CO, Kasus penimbunan obat untuk pasien Covid-19 akhirnya menemukan titik terang. Dua petinggi PT ASA berinisial YP (58) sebagai direktur dan S (56) sebagai komisaris yang telah ditetapkan sebagai tersangka dikenakan pasal berlapis dengan ancaman kurungan lima tahun penjara.

"Kita jerat dengan UU Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Pengendalian Wabah Penyakit Menular," kata Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat AKBP Bismo Teguh Prakoso di Jakarta dalam keterangannya dikutip AKURAT.CO, Minggu (1/8/2021). 

Setelah dilakukan penyidikan dengan memeriksa saksi fakta dan ahli, penyidik menyatakan bahwa keduanya terbukti menimbun obat jenis Azithromycine Dehydrate, Flucadex dan beberapa obat lain di sebuah gudang kawasan Jakarta Barat. 

Awalnya, PT ASA menerima persediaan obat tersebut sejak 5 Juni 2021 lalu. Namun, saat beberapa pelanggan meminta obat tersebut, pihak perusahaan kerap berdalih bahwa tidak memiliki stok obat. 

Alasan yang sama juga dikatakan pihak perusahaan kala melakukan rapat via daring dengan pihak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 

"Dalam zoom meet menanyakan stok obat covid ini yang selalu dijawab tidak ada dan tidak dilaporkan. Tidak kooperatif dalam pelaporan," ujar Bismo. 

Tersangka diduga menimbun obat-obatan tersebut hingga harganya menjadi tinggi di pasaran. Tersangka mematok harga Rp 600.000 hingga Rp 700.000 per kotak sedangkan umumnya satu tablet hanya dijual Rp 7.500. 

Polisi pun menyita 730 kotak obat Azythromycine Dehydrate dan beberapa obat lain yang diperuntukkan untuk pasien Covid-19. 

"Kita jerat tersangka dengan UU Perdagangan, UU Perlindungan Konsumen, dan UU Pengendalian Wabah Penyakit Menular. Ancaman hukuman lima tahun penjara," kata Bimo.