News

Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng, 5 Fakta Lin Che Wei yang Kariernya Cemerlang dan Raih Banyak Penghargaan

Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor minyak goreng


Jadi Tersangka Kasus Mafia Minyak Goreng, 5 Fakta Lin Che Wei yang Kariernya Cemerlang dan Raih Banyak Penghargaan
Lin Che Wei (Arsip Kejagung)

AKURAT.CO Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor minyak goreng. Kali ini, nama Lin Che Wei atau Weibinanto Halimdjati yang ditetapkan sebagai tersangka.

Lin Che Wei ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-26/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022 dan Surat Penetapan Tersangka (PIDSUS-18) Nomor: TAP-22/F.2/Fd.2/05/2022 tanggal 17 Mei 2022.

Dalam kasus mafia minyak goreng, Lin Che Wei diduga bersekongkol dengan tersangka utama, yakni Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Indrasari Wisnu. Keduanya bekerja sama untuk mengondisikan pemberian izin persetujuan ekspor di beberapa perusahaan.

baca juga:

Lalu siapa sebenarnya sosok Lin Che Wei? Berikut faktanya.

1. Profil Lin Che Wei

Lin Che Wei lahir di Bandung, 1 Desember 1968. Saat ini, Lin Che Wei memasuki usia 53 tahun. Ia dikenal sebagai salah satu ekonom terkemuka di Tanah Air. Kariernya dimulai sebagai analis keuangan di berbagai perusahaan multinasional, sepeerti WI Carr, Deutsche Bank, hingga Societe Generale.

2. Lin Che Wei dalam skandal Bank Lippo

Awal tahun 2000-an, nama Lin Che Wei sempat menjadi sorotan setelah ia membongkar skandal kasus Bank Lippo. Akibat keberaniannya tersebut, ia harus berurusan dengan pihak Bank Lippo di pengadilan dan dituntut Rp103 miliar. Namun, keberanian Lin Che Wei dalam membongkar kasus Bank Lippo saat itu, membuatnya dianugerahi penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di tahun 2003.

Kepiawaian Lin Che Wei dalam menganalisa keuangan juga membuatnya diganjar penghargaan sebagai Indonesian Best Analyst dari AsiaMoney Magazine, dan The Most Popular Analyst Award di tahun 2002 dan 2004.

3. Karier cemerlang Lin Che Wei

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus mafia minyak goreng, karier Lin Che Wei terbilang cukup cemerlang. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Danareksa di tahun 2005 hingga 2007.

Setelah itu, di tahun 2007 hingga 2008, Lin dipercaya sebagai CEO Putera Sampoerna Foundation, sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan yang didirikan oleh Putera Sampoerna.

Tidak hanya itu, di tahun 2008 lalu Lin Che Wei juga mendirikan sebuah perusahaan riset yang fokus pada analisis kebijakan dan analisis industri, di bawah perusahaan PT Independent Research Advisory Indonesia (IRAI).

4. Jabatan strategis di lembaga pemerintah

Tidak hanya cemerlang saat berkarier di perusahaan swasta, Lin Che Wei juga sempat menduduki posisi penting di instansi pemerintahan. Setidaknya, ia pernah menjadi Staf Khusus Menteri negara BUMN, Sugiharto. Tidak hanya itu, ia juga pernah menjadi Staf Khusus Menko Perekonomian Aburizal Bakrie.

Sejak tahun 2014, Lin Che Wei pernah menjadi Policy Advisor dari beberapa kementerian. Seperti Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri PPN/Bappenas, Menteri ATR/BPN, dan Menko Perekonomian Darmin Nasution.

5. Menko Perekonomian ungkap Lin Che Wei sudah tidak lagi bekerja di instansinya

Sementara itu, usai Lin Che Wei ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung, Menteri Perekonomian kemudian angkat bicara. Sebelumnya, Lin Che Wei disebut pernah bekerja di kementerian tersebut.

Namun, dalam rilisnya, juru bicara Kemenko Perekonomian Alia Karenina mengatakan bahwa Lin Che Wei sudah tidak lagi bekerja di Kemenko Perekonomian sejak akhir Maret 2022 lalu.

Itu dia deretan fakta penting Lin Che Wei, sosok yang ditetapkan sebagai tersangka baru kasus mafia minyak goreng. []