Ekonomi

Jadi Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Langsung Ditahan

Tersangka ditetapkan 4 orang. Yang pertama pejabat eselon I pada Kemendag bernama IWW, Direkrut Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.


Jadi Tersangka Kasus Ekspor Minyak Goreng, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Langsung Ditahan
Pembeli memilih minyak goreng kemasan di salah satu pasar di Jakarta, Jumat (7/1/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung menetapkan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) berinisial IWW (Indrasari Wisnu Wardhana) dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pemberian fasilitas ekspor Crude Palm Oil (CPO). 

Ia ditetapkan bersama tiga perusahaan swasta lainnya.  Kemudian tersangka lain berasal dari tiga perusahaan swasta di antaranya perusahaan Permata Hijau Grup, Filma Nabati, Multimas, dan PT Musimas.

"Tersangka ditetapkan empat orang. Yang pertama pejabat eselon I pada Kementerian Perdagangan bernama IWW, Direkrut Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan," tutur Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejagung, Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

baca juga:

Secara rinci, keempat tersangka adalah Indrashari Wisnu Wardhana selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Stanley MA selaku Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup, Master Parulian Tumanggor selaku Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia dan, PT selaku General Manager di Bagian General Affair PT Musim Mas.

Burhanuddin mengatakan ketiga tersangka diketahui melakukan komunikasi secara intens dengan Indrashari untuk mengantongi izin ekspor CPO.

Penyidik menemukan dua alat bukti setelan memeriksa sebanyak 19 saksi, dan 596 dokumen, serta sejumlah ahli. Penyidik menduga adanya upaya melawan hukum dalam melakukan ekspor dengan melakukan mufakat antara pejabat dengan perusahaan swasta.

Tersangka disebutkan melakukan perbuatan melawan hukum dengan ppermufakatan antara pemohon dan pemberi izin dalam penerbitan izin ekspor. Kemudian dikeluarkannya izin ekspor pada eksportir yang harusnya ditolak izinnya karena tidak memenuhi syarat, yaitu telah mendefinisikan harga tidak sesuai dengan harga penjualan dalam negeri. Tidak mendistribusikan minyak goreng ke dalam negeri sebagaimana kewajiban dalam DMO, yaitu 20 persen dari total ekspor

Keempat tersangka pun langsung dilakukan penahanan di dua tempat berbeda. Indrashari Wisnu Wardhana dan Master Parulian Tumanggor ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung, sementara Stanley MA dan PT di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

"Selama 20 hari ke depan terhitung hari ini," tukasnya.[]