News

Jadi Terdakwa Pertama Pelanggaran UU Keamanan Nasional Hong Kong, Pria Ini Divonis 9 Tahun Penjara

Orang pertama yang dihukum berdasarkan Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong divonis hukuman 9 tahun penjara. Ia didakwa melakukan kegiatan teroris.


Jadi Terdakwa Pertama Pelanggaran UU Keamanan Nasional Hong Kong, Pria Ini Divonis 9 Tahun Penjara
Dalam foto arsip 6 Juli 2020 ini, Tong Ying-kit tiba di pengadilan dengan mobil polisi di Hong Kong. (AP Photo/Vincent Yu)

AKURAT.CO, Orang pertama yang dihukum berdasarkan Undang-undang (UU) Keamanan Nasional Hong Kong telah divonis hukuman 9 tahun penjara. Dalam kasus pertama ini, ia didakwa telah melakukan kegiatan teroris dan menghasut pemisahan diri.

Mengutip CNA hingga Al Jazeera, vonis hukuman itu dibacakan pada Jumat (30/7) untuk seorang mantan pelayan bernama Tong Ying-kit (24). Tong dituduh mengendarai sepeda motornya ke tiga polisi antihuru-hara tahun lalu sambil membawa bendera dengan slogan protes 'Bebaskan Hong Kong. Revolusi zaman kita'.

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam memilih tiga hakim untuk mendengarkan kasus UU Keamanan Nasional yang menjerat Tong ini. Mereka adalah Hakim Esther Toh, Anthea Pang dan Wilson Chan.

Pada Selasa (27/7), ketiganya pun memutuskan bahwa slogan yang dibawa Toh 'mampu menghasut orang lain untuk melakukan pemisahan diri'. Tong juga dinyatakan bersalah atas kegiatan teroris, dengan hakim mengatakan sepeda motornya berpotensi menjadi senjata mematikan dan tindakannya merupakan "tantangan yang disengaja terhadap polisi'.

Setelahnya, pada Jumat (30/7), mereka menghukum Tong enam setengah tahun karena menghasut pemisahan diri dan delapan tahun untuk kegiatan teroris.

Mempertimbangkan prinsip totalitas pengadilan, Tong harus menjalani dua setengah tahun hukuman 'terorisme' berturut-turut dengan enam setengah tahun penghasutan untuk tuduhan pemisahan diri. Sehingga total waktu penjara menjadi sembilan tahun. Bagian lain dari hukuman akan dilayani secara bersamaan.

Baca Juga: Usai Digerebek Polisi, Media Prodemokrasi Hong Kong Naikkan Oplah Koran 6 Kali Lipat

Selain vonis penjara, Toh juga dilarang mendapatkan SIM selama 10 tahun. Pengadilan tidak mempertimbangkan keadaan yang meringankan perilaku baik 

"Kami menganggap bahwa keseluruhan vonis harus cukup mencerminkan kesalahan terdakwa dalam dua pelanggarannya yang menyulut kebencian masyarakat, dan pada saat yang sama, bisa memberikan efek jera yang diperlukan," kata ketiga hakim dalam putusan tertulisnya.

Tong telah menolak semua tuduhan tersebut. Pengacaranya, Clive Grossman, juga sudah menyatakan bahwa Tong akan 'mengajukan banding' atas hukuman yang diterimanya.