Entertainment

Jadi Tahanan Kota, 5 Fakta Mark Sungkar Terseret Kasus Korupsi Triatlon Dana Pelatnas Asian Games 2018

Mark Sungkar resmi menjadi tahanan kota setelah Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan penangguhan


Jadi Tahanan Kota, 5 Fakta Mark Sungkar Terseret Kasus Korupsi Triatlon Dana Pelatnas Asian Games 2018
Mark Sungkar (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Mark Sungkar resmi menjadi tahanan kota setelah Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta mengabulkan permohonan penangguhan. Seperti yang diketahui, Mark Sungkar terjerat kasus dugaan korupsi kegiatan Triatlon dana Pelatnas Asian Games 2018.

Ayah Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar ini didakwa merugikan keuangan negara dengan membuat laporan fiktif sebanyak Rp649,9 juta. Laporan tersebut dibuat Mark Sungkar saat menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triatlon Indonesia.

Berikut sederet fakta mengenai kasus dugaan korupsi Mark Sungkar.

1. Laporan fiktif

Mark Sungkar didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp649,9 juta berkaitan dengan kegiatan Triatlon. Pria kelahiran 22 Oktober 1948 ini membuat laporan keuangan fiktif berupa belanja akomodasi kegiatan di The Cipaku Garden Hotel Bandung Jawa Barat.

2. Memakai sisa anggaran

Dalam dakwaannya, Jaksa menyebut Mark Sungkar turut memakai uang sisa anggaran dari akomodasi kegiatan atlet dan tak menyerahkan laporan keuangan sesuai waktu yang ditentukan. Rekening terdaftar atas nama Mark Sungkar.

3. Faktor kesehatan

Alasan Majelis Hakim mengabulkan permohonan tahanan kota karena faktor usia dan kesehatan. Saat ini Mark Sungkar berusia 73 tahun dan kesehatannya juga mulai menurun. Pasalnya ia sempat dinyatakan positif COVID-19. Namun setelah sembuh, kondisi kesehatannya belum sepenuhnya membaik.

4. Jaminan keluarga

Selain permohonan dari tim penasehat hukum terdakwa, beberapa pertimbangan menjadikan Mark Sungkar sebagai tahanan kota karena adanya jaminan dari kedua anak terdakwa Mark Sungkar, yakni Zaskia Sungkar dan Shireen Sungkar.

5. Hukum diproses

Kondisi kesehatan Mark Sungkar menurun membuatnya tak bisa mengikuri persidangan sebagaimana mestinya. Kendati demikian, meski menjadi tahanan kota, proses hukum kasus dugaan korupsi yang melibatkan Mark Sungkar tetap berjalan. Terhitung sejak 5 Mei 2021, terdakwa Mark Sungkar keluar dari tahanan dan menjalani proses hukum selanjutnya.

Itulah sederet fakta mengenai kasus dugaan korupsi Mark Sungkar.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co