News

Jadi Staf Presiden hingga Kerap Kritik Pemerintah, ini 7 Fakta Rekam Jejak si Calon Menteri Nico Harjanto


Jadi Staf Presiden hingga Kerap Kritik Pemerintah, ini 7 Fakta Rekam Jejak si Calon Menteri Nico Harjanto
Nico Harjanto adalah seorang peneliti yang menjadi salah satu dari 11 nama calon menteri pengisi kabinet Jokowi Jilid II (Twitter/@KemensetnegRI)

AKURAT.CO, Datang bersama Mensesneg Pratikno dan komisaris BUMN Fadjroel Rachman, Nico Harjanto menjadi salah satu dari 11 nama yang dipanggil Jokowi untuk mengahdap ke Istana negara pada Senin (21/10). Dari ke-11 orang yang dipanggil, memang nama Nico tak banyak orang yang tahu.

AKURAT.CO melansir dari berbagai sumber, berikut rekam jejak Nico Harjanto.

1. UGM hingga Universitas Illinois Utara

Lahir di Sleman pada 1 Desember 1972, Nicolaus Teguh Budi Harjanto adalah seorang akademisi dan peneliti. Lulus dari Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dirinya meneruskan mengambil master di ilmu politik Universitas Ohio, Amerika Serikat. Setelah itu, dirinya juga berhasil lulus dari Unversitas Illinois Utara, Amerika Serikat dengan predikat doktor di bidang ilmu politik.

2. Ketua Populi Center

Sejak 2012, Nico Harjanto adalah peneliti di Populi Center, sebuah lembaga nonprofit yang fokus pada pengkajian opini publik dan kebijakan publik. Bahkan, pada April 2017, Nico menjabat sebagai ketua Yayasan Populi Center, setelah sebelumnya juga pernah menjabat sebagai kepala riset.

3. Ketua Persepi

Bersamaan dengan jabatannya sebagai peneliti di Populi Center, Nico Harjanto juga menjabat sebagai ketua umum Persepi (Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia) periode 2013 hingga 2016.

4. Tim seleksi (timsel) KPU dan Bawaslu

Sejak awal September 2016 hingga Februari 2017, Nico Harjanto juga masuk dalam tim yang dibentuk oleh pemerintah untuk menyeleksi anggota KPU dan Bawaslu. Tim tersebut terdiri dari 11 orang yang diketuai oleh Saldi Isra.

5. Dipanggil ke Istana untuk dimintai pendapat

Pada 2015 silam, Nico Harjanto juga menjadi salah satu dari 15 orang yang diundang Jokowi ke Istana Negara. Bersama beberapa orang lain seperti Muhammad Qodari, Yunarto Wijaya, Philip Vermonte, Hanta Yudha, Syamsuddin Haris dan beberapa orang lainnya, dimintai pendapat tentang kondisi politik selama pemerintahan Jokowi-JK. Selain itu, Nico Harjanto juga diketahui pernah menjadi pembantu Jokowi di Kantor Staf Presiden.

6. Pengamat politik yang kerap mengkritik keras pemerintah

Berbagai kebijakan dan pejabat negara pernah menjadi sasaran kritik dari pria berusia 41 tahun ini. Bahkan, kritik kerasnya sempat dilontarkan perihal kedekatan Jokowi dengan ketua PDIP, Megawati Soekarnopoetri. Selain itu, Nico juga sempat menanyakan kinerja beberapa menteri, mulai dari Menkumham Yasona Laoly hingga Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani.

7. Dosen hingga calon menteri

Kini, Nico Harjanto menjabat sebagai direktur umum Perhimupan Survei Opini Publik Indonesia. Selain itu, dirinya juga menjadi dosen tamu di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Jakarta dan dosen di Universitas Paramadina Jakarta. Terakhir, pada Senin (21/10) dirinya dipanggil ke Istana Negara dan digadang-gadang akan mengisi jabatan sebagai salah satu menteri di kabinet Jokowi Jilid II.[]

baca juga: