News

Jadi Saksi Pembaruan MoU MRT Jakarta-Crossrail Inggris, Anies Jawab Kritik PSI?

Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan pembaruan kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan Crossrail International terkait pembangunan fase 3 MRT.


Jadi Saksi Pembaruan MoU MRT Jakarta-Crossrail Inggris, Anies Jawab Kritik PSI?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan pembaruan kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan Crossrail International terkait pembangunan fase 3 MRT. Pembaruan kerja sama itu dilakukan di sela-sela lawatan kerjanya ke Eropa.  (Twitter Anies Baswedan)

AKURAT.CO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyaksikan penandatanganan pembaruan kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan Crossrail International terkait pembangunan fase 3 MRT. Pembaruan kerja sama itu dilakukan di sela-sela lawatan kerjanya ke Eropa. 

Penandatanganan pembaruan kerja sama itu dilakukan di KBRI London pada Kamis (12/5/2022).

Kerja sama itu ditandatangani oleh Presiden Direktur PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar dan Paul Dyson selaku CEO Crossrail International. Turut menyaksikan penandatanganan pembaruan kerjasama itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Desra Percaya. 

baca juga:

Penandatanganan pembaruan kerja sama itu seolah menjawab kritik anggota DPRD DKI Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastromidjojo yang meminta Anies mengurangi lawatan ke luar negeri dan fokus menuntaskan pekerjaan dalam kota. Salah satunya merealisasikan Rencana Induk Transportasi Jakarta. 

Dalam kesempatan itu, Anies Baswedan menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kerja sama ini merupakan tindakan kolektif dalam menghadapi krisis global untuk membangun dunia yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Sejalan dengan tujuan ini, Jakarta telah mengatur ulang visi kota untuk berubah dari kota yang padat lalu lintas dan tercemar menjadi kota yang lebih berkelanjutan dan tahan iklim,” ungkap Anies dalam keterangannya yang diterbitkan PT MRT Jakarta dan dikutip pada Minggu (15/5/2022).

Lebih lanjut Anies menjelaskan, kerja sama ini dilakukan untuk mewujudkan perubahan. Khususnya di sektor transportasi di Ibu Kota. 

“Transportasi memegang peranan penting. Sektor ini dilaporkan sebagai penyumbang pangsa emisi GRK terbesar," katanya. 

Di sisi lain, Anies mengatakan, pihaknya menyadari bahwa sektor transportasi merupakan pilar penting bagi mobilitas perkotaan yang menciptakan efek berlipat ganda pada kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, Jakarta berkomitmen untuk mengubah sektor mobilitas perkotaan menjadi pendekatan yang lebih berkelanjutan.