Entertainment

Jadi Saksi Kasus Dugaan Penyekapan Supir Pribadi, Nindy Ayunda Absen Panggilan Penyidik

Jadi Saksi Kasus Dugaan Penyekapan Supir Pribadi, Nindy Ayunda Absen Panggilan Penyidik
Kolase gaya santai Nindy Ayunda (Instagram/nindyparasadyharsono)

AKURAT.CO, Nindy Ayunda dijadwalkan diperiksa penyidik dari Kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (08/07). Ya, pelantun Arti Sahabat itu diperiksa polisi terkait dengan kasus dugaan penyekapan mantan sopirnya, Sulaiman.

Perempuan 33 tahun itu diperiksa polisi sebagai saksi. Namun hingga sore hari, Nindy tidak nampak kehadirannya di kantor polisi.

"Terkait kasus NA untuk pemanggilan hari ini, dijadwalkan hari Jumat, jam 11.00 (WIB) siang yang bersangkutan tidak hadir," ujar Kanitkrimun Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rifaizal Samual ditemui kantornya pada Jumat (08/07).

baca juga:

Rifaizal Samual menjelaskan bahwa yang bersangkutan sudah menyampaikan alasan ketidakhadirannya di kantor polisi. Oleh sebab itu, Nindy Ayunda dijadwalkan akan kembali diperiksa pada pekan depan.

"Untuk alasan tidak hadir yang bersangkutan hanya menyampaikan berhalangan saja. Untuk detailnya nanti kita infokan kembali," jelasnya.

Seperti diketahui, Nindy Ayunda dilaporkan oleh Rini Diana atas dugaan penyekapan terhadap suaminya, Sulaiman. Sulaiman merupakan supir yang pernah bekerja dengan Nindy Ayunda.

Nindy dilaporkan pada Februari 2021 ke Polda Metro Jaya. Proses hukum. Kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Sulaiman diketahui sudah pernah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan terkait kasus tersebut. Waktu itu, Sulaiman datang ke kantor polisi didampinhi oleh sang istri tercinta, Rini Diana dan kuasa hukum, Fahmi Bachmid. 

Diperiksa polisi, Sulaiman dicecar penyidik dengan puluhan pertanyaan. 

"Kurang lebih tadi ada 30 pertanyaan terperinci yang ditujukan oleh penyidik, detik, hari, jam, itu digali gimana kejadian ini. Termasuk efek dan akibat yang menimpa Sulaiman itu seperti apa," jelas Fahmi Bachmid, kala itu.

Kepada penyidik, Sulaiman juga menceritakan kejadian buruk yang dialaminya pada bulan Februari 2021 lalu. Sulaiman mengaku dirinya alami trauma karena takut ada orang yang tidak dikenal mengikuti.

Selain trauma, Rini Diana mengatakan bahwa suaminya juga kerap mengeluhkan sakit kepala. Dalam kasus penyekapan ini, Nindy Ayunda dikenakan Pasal 333 KUHP tentang Kejahatan Terhadap Kemerdekaan Orang. Dalam kasus ini, Nindy Ayunda terancam bisa dipidana selama 8 tahun penjara.[]