News

Jadi Saksi di Persidangan Rizieq, Kasatpol PP Bogor: Acara di Megamendung Tidak Kantongi Izin

Panitia acara di Megamendung tidak menandatangani surat kesanggupan mematuhi protokol kesehatan yang diberikan Satpol PP Bogor.


Jadi Saksi di Persidangan Rizieq, Kasatpol PP Bogor: Acara di Megamendung Tidak Kantongi Izin
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa massa yang memadati markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Agus Ridho menyampaikan bahwa acara peletakan batu pertama di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, pada 13 November 2020 lalu tidak mengantongi izin. 

Acara tersebut dihadiri Habib Rizieq Shihab hingga timbulkan kerumunan massa simpatisan FPI. 

Hal tersebut disampaikan Agus saat menjadi saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang lanjutan perkara kerumunan massa di Megamendung yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (19/4/2021). 

Awalnya jaksa menanyakan kepada Agus terkait ada tidaknya izin dalam acara di Megamendung tersebut. Agus menjawab tidak ada. 

"Apakah acara pada saat waktu itu mengantongi izin?," tanya jaksa dalam persidangan. 

"Tidak ada pak," jawab Agus. 

"Baik terdakwa atau pun yang mewakili?(mengajukan izin) tidak ada?," tanya jaksa kembali. 

"Tidak ada pak," ucap Agus. 

Selain itu, Agus juga menjelaskan bahwa acara yang dihadiri terdakwa Habib Rizieq di Megamendung tidak ada surat pernyataan dari panitia soal kesanggupan mentaati protokol kesehatan (Prokes). 

Menurutnya, segala persiapan prokes tidak pernah ada. 

"Tidak pernah ada (kesanggupan mentaati prokes)," kata Agus dalam kesaksiannya. 

Ia menjelaskan, seharusnya jika ada pihak yang ingin menyelenggarakan sebuah acara di wilayah Kabupaten Bogor itu harus memenuhi syarat-syarat tertentu.  Di mana, kata dia, acara hanya boleh dihadiri 160 orang hingga durasi waktu acara hanya boleh diselenggarakan 3 jam saja. 

"Memang dalam aturannya saat itu maksimal kegiatan itu untuk sebuah kegiatan itu hanya 150 orang dalam waktu tiga jam. Dan panitia menandatangani kesanggupan ya akan memenuhi prokes itu ke camat ya," tuturnya. 

Diketahui, dalam kasus kerumunan Megamendung, Rizieq didakwa telah melanggar aturan kekarantinaan kesehatan dengan menghadiri acara di Pondok Pesantren Agrokultural Markaz Syariah, Megamendung, Puncak, Kabupaten Bogor 13 November 2020 lalu. []

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu