News

Jadi 'Raja Baru Twitter', Elon Musk Bakal Beri Amnesti untuk Akun yang Ditangguhkan

Jadi 'Raja Baru Twitter', Elon Musk Bakal Beri Amnesti untuk Akun yang Ditangguhkan
Gambar Elon Musk terlihat di ponsel pintar yang ditempatkan di atas logo Twitter, dengan ilustrasi diambil pada 28 April 2022 ( Reuters/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

AKURAT.CO  'Raja baru Twitter' Elon Musk telah mengumumkan bahwa dia akan memberi 'amnesti' untuk akun-akun yang telah ditangguhkan atau diblokir. Pengumuman ini disampaikan pada Kamis (24/11), dengan Musk menyebut 'pengampunannya' akan berlaku mulai minggu depan. 

Sebagaimana diwartakan Reuters, putusan itu terjadi usai Musk menggelar jajak pendapat mengenai perlunya pemulihan untuk para pengguna yang tidak melanggar undang-undang atau menautkan spam berbahaya.

Hasil jajak pendapat itu, yang diposting Musk di Twitter pada Rabu, berhasil menarik partisipasi lebih dari 3,16 juta pengguna. Hasilnya, 72,4 persen dari mereka memilih untuk 'memulangkan' kembali akun-akun yang telah ditangguhkan.

baca juga:

"Orang-orang telah berbicara. Amnesti dimulai minggu depan," tulis Musk di Twitter pada Kamis.

Pekan lalu, orang terkaya di dunia itu, mengaktifkan kembali sejumlah akun yang sebelumnya ditangguhkan, termasuk di antaranya adalah akun milik mantan Presiden AS Donald Trump, situs satir Babylon Bee, dan komedian Kathy Griffin.

Pada Oktober, Musk mentwit bahwa Twitter akan membentuk sebuah dewan moderasi konten dengan 'sudut pandang yang sangat beragam'. Namun, Musk saat itu juga membeberkan bagaimana pihaknya tidak akan mengambil keputusan besar terkait konten atau pemulihan akun jika dewan belum bersidang.

Musk resmi mengakuisisi Twitter pada bulan lalu, tetapi hanya dalam beberapa minggu pertama, perubahan dan kekacauan muncul mewarnai perusahaan itu. Miliarder itu langsung memecat jajaran manajer puncak, termasuk mantan Kepala Eksekutif Parag Agrawal. Pengumuman mengejutkan lain dengan cepat muncul, menyebut bahwa para pejabat senior yang bertanggung jawab atas keamanan dan privasi telah berhenti.

Pengunduran diri itu menarik perhatian dari Komisi Perdagangan Federal AS, yang mandatnya termasuk melindungi konsumen. Mengaku memiliki 'kekhawatiran mendalam', Komisi pun mengaku sedang berupaya mengawasi Twitter.

Sementara perubahan besar mulai terjadi, Musk pada Kamis mengatakan bahwa pengguna Twitter mungkin akan melihat peningkatan kecil, terkadang besar dalam hal kecepatan platform, yang akan signifikan di negara-negara yang jauh dari AS.[]