News

Jadi Lumbung Pangan Nasional, SDM Pertanian di OKU Terima Pelatihan

Pelatihan diberikan agar SDM pertanian di OKU mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan Program Food Estate secara efektif


Jadi Lumbung Pangan Nasional, SDM Pertanian di OKU Terima Pelatihan
Pelatihan SDM pertanian di OKU

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) berperan aktif dalam menyiapan SDM Pertanian melalui sejumlah pelatihan. Tujuannya, agar mampu memberikan kontribusi terhadap pencapaian tujuan Program Food Estate secara efektif.

Seperti yang dilakukan oleh Balai Pelatihan Pertanian Lampung, salah satu UPT Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, yang mengadakan Pelatihan Teknis Budidaya Padi bagi Non Aparatur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sumber Suko, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, menjelaskan jika food estate merupakan program penting dan strategis jangka panjang yang dapat menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. 

“Program ini juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga petani dan memastikan ketahanan pangan secara nasional,” ucap Mentan Syahrul

Terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan salah satu faktor penting dalam membangun pertanian adalah SDM. 

"Oleh sebab itu, BPPSDMP akan terus berupaya agar skill, pengetahuan, kemampuan, juga kapasitas SDM pertanian Indonesia meningkat, baik penyuluh, petani, petani milenial, poktan maupun gapoktan," ujar Dedi.

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lanosin, menyatakan OKU Timur siap menjadi lumbung pangan nasional. 

Pernyataan ini disampaikan Lanosin pada saat pembukaan Pelatihan Teknis Budidaya Padi bagi Non Aparatur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sumber Suko Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, Rabu (16/6/2021).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung  dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, 16 Juni hingga 18 Juni, dan diikuti peserta sebanyak 60 orang petani padi yang tergabung dalam Kelompoktani maupun Gabungan Kelompoktani yang berada di kabupaten OKU Timur.

Tujuan pelaksanaan pelatihan adalah meningkatkan keterampilan petani dalam melaksanakan penerapan teknologi dalam usaha berbudidaya tanaman padi.

Selain dihadiri oleh Bupati OKU Timur, acara ini juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono (secara virtual), Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Tubagus Sunarseno, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Selatan, Yanter Hutapea, Vice Presiden Agro Solution PT. Pupuk Sriwijaya Palembang, Prima Novandino Sarma, Kepala Pusat Koperasi Angkatan Darat, Mayor Eku Iwan Irawan, Kepala BPPP Provinsi Sumatera Selatan, Listoyo, Camat Belitang, Junaidi dan Kepala Desa Sumber Suko, Anang Basri.

Pada pembukaan pelatihan Bupati OKU Timur, Lanosin menyampaikan kemajuan pertanian di OKU Timur harus benar benar nyata, bukan hanya jargon. Hal ini dibuktikan dengan dimasukkannya OKU Timur sebagai 5 (lima) penyangga Food Estate di Provinsi Sumatera Selatan. 

Ia juga mendukung penuh pengembangan kelembagaan ekonomi petani berbasis Korporasi, yang ditunjukkan dengan pengembangan areal seluas 150.000 hektar kawasan pertanian mendukung pengembangan kawasan Food Estate. Lanosin juga bercita-cita menjadikan OKU Timur sebagai 10 besar lumbung pangan nasional.

Sementara Kepala Bapeltan Lampung, Abdul Roni Angkat, menyampaikan, Kementerian Pertanian BPPSDMP mendukung penuh gerakan Food Estate di 5 (lima) kabupaten di Sumatera Selatan. 

“Bentuk dukungan tersebut melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM Pertanian. Pelatihan – pelatihan tersebut terkait dengan korporasi petani maupun pelatihan teknis yang dapat meningkatkan produsi dan produktivitas pertanian, khususnya di Kabupaten OKU Timur”, terang Ronny.[]