News

Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi, Pria Kulit Hitam di AS Tuntut Ganti Rugi Rp7 Miliar

Anggota kepolisian negara bagian Nevada, Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membuat kesalahan dengan melakukan aksi salah tangkap.


Jadi Korban Salah Tangkap oleh Polisi, Pria Kulit Hitam di AS Tuntut Ganti Rugi Rp7 Miliar
Gambar hanya untuk ilustrasi (News Source Guyana)

AKURAT.CO Anggota kepolisian negara bagian Nevada, Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah membuat kesalahan dengan melakukan aksi salah tangkap. Dilaporkan para polisi tersebut harusnya mengejar tersangka dengan ciri-ciri berkulit putih dan berusia tua. Namun, dalam praktiknya, para polisi itu justru menangkap hingga memenjarakan seorang dengan ciri fisik yang jauh berbeda. Pria yang ditangkap malah merupakan keturunan Afrika-Amerika, dengan usia setengah dari tersangka yang harusnya ditangkap.

Karena kasus itu, pria yang jadi korban salah tangkap akhirnya mengajukan tuntutan kepada polisi yang bersangkutan.

Seperti diwartakan BBC hingga NBC News, kasus bermula pada 8 Januari 2020, saat Shane Lee Brown, yang berusia 25 tahun, ditangkap di sebuah pemberhentian lalu lintas. Saat itu, Brown gagal menunjukkan Surat Izin Mengemudi-nya (SIM), dan polisi Las Vegas mendapati surat perintah atas namanya.

baca juga:

Namun, terungkap kemudian bahwa surat perintah itu sebenarnya adalah untuk Shane Neal Brown, seorang pria kulit putih yang kini berusia 51 tahun. Diketahui, ternyata korban dan tersangka sebenarnya memiliki nama yang hampir sama. 

Akan tetapi, seperti diungkap gugatan Brown yang diajukan pada 7 Januari, kesalahanan identifikasi itu tetap berujung pada penangkapan. Setelah diberhentikan oleh dua polisi yang bertugas, Brown mengaku dipenjara selama enam hari lamanya. 

Gugatan itu juga menggambarkan bahwa Brown yang lebih tua memiliki ciri-ciri fisik rambut cokelat,  tinggi 5 kaki 11 inci (180 cm), mata biru dan janggut putih lebat. Dikatakan pula bahwa Brown ini telah dihukum karena kejahatan pada tahun 1994.

Sementara itu, Brown yang lebih muda, adalah berkulit hitam, dengan tinggi 5 kaki 7 inci (169 cm), dan belum lahir ketika tersangka dihukum. 

Dalam kasusnya, Brown yang muda pada akhirnya tidak didakwa dengan kejahatan. Ia juga telah dibebaskan pada 14 Januari 2020, usai pihak pengacara menunjukkan foto Brown dan tersangka asli kepada hakim. Setelah membandingkan itu, hakim mengonfirmasi soal kerancuan identitas kepada pembela umum Shannon L. Phenix.

Shane Brown yang dicari berusia dua kali lipat lebih tua dibanding Brown yang ditangkap di Nevada - CBS via BBC

Polisi Las Vegas, sementara itu, baru menemukan adanya kesalahan identifikasi 8 hari usai pembebasan Brown. Mereka saat itu juga baru tahu kalau Brown yang lebih tua telah ditangkap di County San Bernardino, California.

Dilaporkan setelahnya bahwa Brown tua muncul di pengadilan pada bulan Januari dan menerima kesepakatan pembelaan. Namun, belum jelas apakah dia sudah ditahan pada saat penangkapan Brown yang lebih muda.

Meski demikian, Brown tetap menuntut ganti rugi pada Kepolisian Kota Henderson dan Kepolisian Las Vegas yang telah menangkapnya. Dalam gugatannya itu, Brown pun dengan tegas mengatakan bahwa pihak berwenang telah gagal melakukan pengujian untuk mengidentikasi fotonya dan Brown yang jadi tersangka.  

"Selama penahanannya yang tidak sah, Shane Lee Brown berulang kali menjelaskan kepada banyak petugas polisi Henderson dan pengawas bahwa dia bukan 'Shane Brown' yang berkulit putih berusia 49 tahun yang menjadi subjek surat perintah kejahatan," bunyi gugatan Brown.

Dengan gugatan itu, Brown mencari ganti rugi dengan nilai mencapai USD500 ribu (Rp7 miliar).

Sementara, kasus Brown telah ditanggapi oleh juru bicara pemerintah kota Henderson. Namun, dalam pernyatannya pada Senin (24/1), juru bicara tersebut menyebut bahwa Brown ditangkap bukan karena salah identifikasi, melainkan karena mengemudi dengan lisensi yang ditangguhkan. Dikatakan pula bahwa Brown ditahan lantaran tuduhan penghinaan terhadap pengadilan hingga gagal membayar denda ke kota.

"Tuan Brown mengakui kepada petugas yang menangkap bahwa dia tahu SIM-nya ditangguhkan dan dia memiliki surat perintah lalu lintas di Henderson. 

"Penggugat dalam gugatannya belum menyajikan semua fakta dan keadaan di balik penangkapannya yang sah dan layak oleh Kepolisian Henderson. Kasus ini akan dibahas lebih lanjut bersamaan tanggapan dari Kejaksaan Kota ke pengadilan," kata juru bicara kota Henderson, Kathleen Richards.[]