Lifestyle

Jadi Kejadian Luar Biasa, Jika Indonesia Punya Satu Kasus Cacar Monyet

Jika suatu hari kasus cacar monyet ditemukan di satu wilayah di Indonesia, maka wilayah tersebut ditetapkan sebagai kawasan kejadian luar biasa

Jadi Kejadian Luar Biasa, Jika Indonesia Punya Satu Kasus Cacar Monyet
Ilustrasi cacar monyet (AKURAT.CO)

AKURAT.CO  Cacar monyet belakangan bikin membuat dunia, lantaran jumlah kasusnya yang bertambah pesat. 

Beberapa waktu lalu, Juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril menyebut total sudah ada 17 pasien suspek cacar monyet di Indonesia.

Meskipun demikian, tes PCR cacar monyet dari 17 pasien tersebut menunjukkan hasil negatif, sehingga semua pasien dinyatakan discarded atau tidak terkena cacar monyet

baca juga:

Meski masyarakat Indonesia belum memiliki laporan soal penderita cacar monyet, kasus cacar monyet diketahui meningkat secara signifikan di negara-negara non-endemik.

Menurut laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), cacar monyet sudah ada lebih dari 31 ribu kasus.

Terkait status cacar monyet, Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia,  Retno Asti menjelaskan bahwa hingga saat ini kasus cacar monyet tidak ada, itu artinya jika suatu hari kasus ditemukan di satu wilayah, maka wilayah tersebut otomatis ditetapkan sebagai kawasan kejadian luar biasa (KLB).

"Satu saja dikonfirmasi cacar monyet di daerah tertentu, wilayah itu langsung ditetapkan kawasan KLB atau kejadian luar biasa," jelas Asti dalam webinar kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dikutip pada Kamis (11/8/2022).

Jika ini sampai terjadi, Asti menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memastikan kasus suspek dan probable dari temuan kasus konfirmasi cacar monyet. 

Langkah ini dilakukan, untuk segera memutus penyebaran virus cacar monyet di wilayah tersebut.

Lalu, tes laboratorium PCR untuk deteksi cacar monyet akan dilakukan kepada orang-orang yang kontak dekat dengan pasien positif terkonfirmasi. 

Jika dari kontak dekat itu ada yang bergejala, maka mereka akan dikategorikan sebagai suspek dan probable.

"Karantina akan diberlakukan pada kontak dekat yang bergejala selama 21 hari. Kalau hasil laboratoriumnya keluar dan dinyatakan negatif, kontak dekat itu statusnya discarded cacar monyet," imbuh Asti

Asti mengatakan, semua kejadian kasus cacar monyet harus dilaporkan ke puskesmas, lalu dari puskesmas akan dilanjutkan ke Dinas Kesehatan daerah dan baru diteruskan ke pusat, yang pada akhirnya dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

Laporan dari puskesmas ke dinas kesehatan daerah sudah harus disampaikan kurang dari 1x24 jam setelah kasus diidentifikasi.

Asti pun menegaskan, dalam masa identifikasi ini, orang-orang yang masuk dalam kontak dekat walau tidak memiliki gejala, tetap tidak boleh melakukan tindakan medis seperti donor darah, donor air mani hingga donor ASI.

"Selama masa identifikasi kasus, kontak dekat sekalipun tidak bergejala tidak diperkenankan untuk donor darah, sel, organ tubuh, jaringan, ASI, maupun air mani," jelasnya.