Ekonomi

Jadi Kawasan Sunrise Baru, Pengembangan Wilayah Cimanggis Berpotensi Hidupkan Ekonomi Daerah

Pertumbuhan penjualan rumah di wilayah Bogor dan sekitarnya disinyalir tercatat meningkat pesat, terutama untuk segmen mewah


Jadi Kawasan Sunrise Baru, Pengembangan Wilayah Cimanggis Berpotensi Hidupkan Ekonomi Daerah
Ilustrasi proyek pembangunan wilayah Cimanggis (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pertumbuhan penjualan rumah di wilayah Bogor dan sekitarnya disinyalir tercatat meningkat pesat, terutama untuk segmen mewah.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghada menyatakan wilayah Cimanggis memiliki potensi pertumbuhan yang luar biasa karena ia mengisi kekosongan pengembangan wilayah antara Bogor dan Jakarta.

“ Ada kekosongan antara pengembangan wilayah di pusat Bogor dan Jakarta yaitu di wilayah Cimanggis yang sebenarnya memiliki potensi yang besar. Ini yang dimanfaatkan Agung Podomoro, karena pengembang besar baru ada Agung Podomoro di sana,” jelas Ali.

baca juga:

Adapun pengembangan wilayah di Bogor dipaparkan Ali sejatinya sudah mulai dilakukan sejumlah pengembang besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, wilayah pengembangannya relatif jauh dengan Jakarta seperti di pusat Bogor, atau di Sentul.

Situasi ini terjadi lantaran infrastruktur di Bogor yang terbatas. Akses transportasi utama yaitu Tol Jagorawi yang cenderung digunakan masyarakat menengah atas dinilai jadi salah satu kendala pengembangan wilayah.

Sementara kini dengan pengembangan Light Rail Transit (LRT) hingga Cimanggis makin memperluas akses ke seluruh lapisan masyarakat. Sehingga peluang pertumbuhan wilayah juga makin terbuka lebar. Ini alasannya bahwa wilayah Cimanggis merupakan kawasan sunrise.

“ Titik di Cimanggis itu sangat potensial, pengembangan Podomoro Golf View seluas 60 hektar ditambah dengan adanya TOD, daerah yang tadinya kosong pasti akan tumbuh pesat, harga properti juga pasti akan naik, karena di luar negeri itu TOD biasanya meningkatkan 10-15 persen harga properti,” bebernya.

Disisi lain, Ketua Bidang Properti dan Kawasan Ekonomi Apindo Sanny Iskandar mengungkapkan potensi tersebut juga didorong oleh arah pertumbuhan kawasan residensial pascakepindahan IKN dari Jakarta. Wilayah Selatan Jakarta dijelaskan bakal menjadi fokus pengembangan karena di timur dan barat Jakarta potensi pengembangan relatif terbatas.

“ Di Barat Jakarta wilayah Serpong Tangerang sudah lebih dulu menjadi pusat residensial, dan mulai berkembang menjadi wilayah perdagangan. Sementara di Timur Jakarta wilayah Kota Bekasi juga bahkan saat ini sudah padat, lebih jauh lagi ke Cikarang sudah menjadi kawasan industri. Nah di Selatan cocok untuk pengembangan residensial, pariwisata,” jelas Sanny.