News

Jadi Horor Gara-gara Drama 'Squid Game', Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan

Ada permainan 'lampu merah, lampu hijau' yang banjir darah dalam drama 'Squid Game'.


Jadi Horor Gara-gara Drama 'Squid Game', Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan
Cuplikan adegan permainan 'Lampu merah, lampu hijau' dalam drama Korea Selatan 'Squid Game'. (Netflix)

AKURAT.CO, Di zaman sekarang ini, banyak anak-anak lebih menyukai gim digital yang ada di gawai. Terlebih lagi, pandemi Covid-19 menyulitkan anak-anak untuk berinteraksi langsung dengan teman-temannya. Tak heran, permainan tradisional anak semakin terpinggirkan.

Namun, drama Korea Selatan 'Squid Game' baru-baru ini menyita banyak perhatian masyarakat dan permainan tradisional kembali naik daun. Pasalnya, dalam serial tersebut, permainan tradisional dijadikan tema utamanya, meski diubah menjadi sangat mengerikan.

Seiring popularitas serial ini, beragam permainan tradisional khas Korea Selatan ikut mengundang rasa penasaran. Lantas, apa sajakah permainan yang biasa dimainkan anak-anak Negeri Ginseng?

Dihimpun AKURAT.CO dari berbagai sumber, ini 5 permainan tradisonal anak di Korea Selatan.

1. Ojingeo nori

Jadi Horor Gara-gara Drama Squid Game, Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan - Foto 1
Digital Mafia Talkies

Sesuai namanya, 'wahana' permainan ini berbentuk seperti cumi-cumi yang digambar di atas tanah, dengan ciri khas lingkaran, segitiga, dan persegi. Jumlah pemainnya bervariasi, bahkan bisa sampai 20 orang jika gambarnya besar.

Pertama, para pemain dibagi 2 tim untuk menyerang dan bertahan. Penyerang harus mencapai bagian atas gambar, sementara penahan berjaga di badan cumi-cumi. Penyerang harus melompat-lompat dengan 1 kaki di luar basis mereka sampai menjejakkan kaki di 'sungai' sempit di tengah-tengah.

Di titik ini, mereka boleh berjalan dengan 2 kaki yang tentu memberi keuntungan. Itu sebabnya, tim penahan harus menjaga dan mempertahankan wilayah sungai tersebut agar tak ada penyerang yang dapat menyeberang.

Strategi terbaik untuk tim penyerang adalah keluar dari markas mereka, melompat hingga menyeberangi sungai agar boleh berjalan dengan 2 kaki, lalu melewati lingkaran bagian bawah untuk menginjak titik yang disebut mansetong.

Sebaliknya, tim pertahanan boleh berdiri dengan 2 kaki di dalam tubuh cumi-cumi, tetapi harus melompat dengan 1 kaki di luarnya. Tim penyerang menang jika setidaknya 1 orang dapat menginjak mansetong, sedangkan tim pertahanan menang jika dapat membuat seluruh tim penyerang didiskualifikasi.

2. Ddakji

Jadi Horor Gara-gara Drama Squid Game, Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan - Foto 2
Littleseoulster

Permainan tradisional ini membutuhkan kertas yang dilipat sedemikian rupa hingga membentuk persegi yang tebal. Pemain akan bergantian melempar ddakji-nya dengan menghantamkannya ke ddakji lawan agar benda tersebut terbalik. Kelihatannya memang mudah, tetapi dibutuhkan sudut bidikan dan kekuatan yang tepat untuk bisa membalikkan ddakji lawan.

3. Lampu merah, lampu hijau

Jadi Horor Gara-gara Drama Squid Game, Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan - Foto 3
YouTube

Tak hanya di Korea Selatan, permainan ini juga banyak dimainkan anak-anak di berbagai belahan dunia. Di Amerika Serikat, namanya adalah 'lampu merah, lampu hijau', sedangkan warga Inggris menyebutnya 'jejak nenek'. Korea Selatan sendiri menyebutnya moogunghwa ggotchi peeyuhtsumneedah yang secara harfiah bermakna 'bunga mawar Sharon (Hibiscus syriacus) telah mekar'.

Saat bermain, ada 1 orang yang berjaga dengan berdiri agak jauh sambil mengucapkan 'bunga mawar Sharon telah mekar'. Sementara itu, anak-anak yang lainnya cepat-cepat menghampiri si penjaga tersebut.

Namun, ketika si penjaga berbalik, mereka harus diam mematung. Jika ketahuan bergerak, anak itu dinyatakan gugur dan tak boleh ikut bermain lagi. Namun, tentu saja, ia tidak ditembak hingga tewas seperti dalam drama.

4. Jegichagi

Jadi Horor Gara-gara Drama Squid Game, Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan - Foto 4
Korea Times

Meski tak muncul di drama 'Squid Game', permainan ini kerap dipertandingkan di beragam variety show Korea Selatan. Permainan ini menggunakan jegi, benda mirip kok, yang harus ditendang-tendang ke udara dan tidak boleh jatuh ke tanah. Pemain boleh berganti kaki saat menendang. Pemain dengan jumlah terbanyak tendangan berturut-turut akan memenangkan pertandingan ini.

Selain dapat dipertandingkan satu lawan satu, jegichagi dapat dimainkan berkelompok. Para pemain berdiri melingkar dan bergantian menendang jegi. Orang yang membiarkan jegi jatuh ke tanah akan gugur.

5. Yut nori

Jadi Horor Gara-gara Drama Squid Game, Ini 5 Permainan Tradisional Anak di Korea Selatan - Foto 5
Funmines

Permainan tradisional ini menjadi salah satu yang paling populer dan biasanya dimainkan pada hari pertama Tahun Baru. Untuk memainkannya, dibutuhkan 4 tongkat kayu yang disebut yut. Setiap tongkat punya 2 sisi (bundar dan datar) untuk digulirkan.

Setelah dilempar, ada 5 kemungkinan yang dapat muncul oleh tongkat yut, yaitu do (1 langkah), gae (2 langkah), geol (3 langkah), yut (4 langkah), dan mo (5 langkah). Kemudian, bidak dijalankan sesuai jumlah langkah yang didapat.

Seorang pemain yang mendapatkan yut atau mo boleh menggulirkannya lagi. Jika bidak mendarat ke titik yang ditempati lawan, ia harus mulai dari titik paling awal lagi. Jika bidak mendarat di titik yang ditempati timnya sendiri, bidak-bidak itu dapat disatukan (dihitung satu kesatuan).

Pemenangnya adalah pemain yang bidaknya selesai melintasi semua titik terlebih dahulu.

Permainan tradisional tentu tak kalah seru dengan gim digital yang ada di gawai. Terlebih lagi, di dalamnya terkandung banyak kearifan lokal yang mengajarkan persahabatan dan kekompakan. []