News

Jadi Google Doodle, 7 Fakta Menarik Sariamin Ismail

Lahirkan berbagai karya mulai dari puisi hingga prosa.


Jadi Google Doodle, 7 Fakta Menarik Sariamin Ismail
Potret Sariamin Ismail (wikipedia.org)

AKURAT.CO, Sariamin Ismail hari ini, Sabtu (31/7), menjadi sosok yang ditampilkan oleh Google Doodle. Hal ini dikarenakan Sariamin, hari ini tepat berulang tahun yang ke-112.

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait sosok Sariamin Ismail. 

1. Berganti nama karena sering sakit

Konon, nama kecil Sariamin adalah Basariah. Namun karena sering sakit, nama tersebut diganti dengan Sari Amin. Setelah beberapa waktu, nama tersebut disambung menjadi Sariamin.

Sedangkan nama Ismail didapat dari suaminya yang dinikahi pada 1941. Ketika itu, sang suami adalah seorang pembela perkara di Landraad. Bahkan, keduanya bertemu ketika Sariamin sedang berurusan dengan Polisi Rahasia Belanda. 

2. Tulisan berupa kritikan pedas

Sariamin memang kerap berurusan dengan Polisi Rahasia Belanda (PID). Pasalnya, tulisan wanita kelahiran 31 Juli 1909 tersebut sangat tajam kepada pemerintah Belanda dan berhasil meningkatkan gelora kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Sariamin juga merupakan wanita pertama yang berhasil menulis untuk Balai Pustaka dan juga menjadi salah satu pelopor angkatan Pujangga Baru Indonesia. 

3. Menulis sejak kecil

Tulisannya yang begitu tajam telah diasah sejak kecil. Sariamin kerap menuangkan berbagai kesedihan hatinya dalam buku hariannya yang diberi nama Mijn Vriendin. Sebagian besar isinya adalah perasaannya yang kerap bersedih karena memiliki tubuh kecil dan berasal dari kampung.

Kondisi itu membuatnya kerap mendapat perundungan ketika menjadi murid Meijes Normaal School. 

4. Bakal menulis puisi dari sang nenek

Sariamin memilih puisi demi mengungkapkan rasa sedihnya. Namun, pemilihan karya berupa puisi ini dipengaruhi oleh ilmu sastra dari sang nenek. Sejak kecil, sang neneklah yang menceritakan berbagai dongeng dalam bentuk sajak.

Selain itu, lingkungan sekitar wanita kelahiran Pasaman, Sumatera Barat, ini juga kerap mengadakan acara pantun-berpantun. Dari situlah, dirinya diketahui sebagai sosok yang kerap menulis syair lagu hingga naskah sandiwara oleh sekolahnya. 

5. Berpendidikan tinggi

Setelah mendapatkan julukan ‘Cucu Rabindranath Tagore’ dan lulus dari sekolah, Sariamin meneruskan ke pendidikan tinggi. Di masa ini, ia kerap menuliskan berbagai karya yang menyerukan pentingnya pendidikan bagi wanita.

Pada 1921-1925, Sariamin meneruskan sekolah di Meisjes Normaalschool (Sekolah Guru Perempuan). Sebelumnya, dirinya juga berhasil menyelesaikan pendidikan sekolah desa.

Sedangkan pada masa Jepang, ia juga mengikuti Sekolah Tinggi Pendidikan di Padang Panjang. Bahkan mengikuti pendidikan di sekolah Samilussalam milik Ja’afar Jambek di Bukit Tinggi. 

6. Puisi hingga esai

Ketika masih bersekolah, Sariamin telah menulis sebuah berpuisi berjudul ‘Orang Laut’. Setelahnya, ia menulis esai dengan judul ‘Betapa Pentingnya Anak Perempuan Bersekolah’ dan ‘Tak Perlukah Ditambah Sekolah gadis di Sumatra?’.

Setelahnya, berbagai karya lahir dari tangan seorang Sariamin Ismail, mulai dari karya puisi (Kebesaran Hari Raya tahun 1933, Kecewa tahun 1933, Lapar tahun 1933) dan prosa (Kalau Tak Untung tahun 1933, Pengaruh Keadaan tahun 1937, hingga Musibah Membawa Bahagia tahun 1986).  

7. Jadi Google Doodle

Pada hari Sabtu (31/7), Google Doodle menampilkan sosok Sariamin Ismail yang terlihat mengenakan pakaian adat Minang berwarna merah muda. Pasalnya, hari ini adalah hari ulang tahun Sariamin Ismail ke-112.

Sosoknya dipilih karena telah menjadi novelis perempuan pertama di Indonesia yang lahir ketika masa penjajahan Belanda. Sedangkan dalam berbagai tulisannya, Sariamin memilih untuk memakai nama samaran ‘Selasih’ atau ‘Seleguri’. 

Sariamin Ismail tutup usia pada umur 96 tahun, tepatnya pada tanggal 15 Desember 1995 dan dimakamkan di Pekanbaru, Riau. []