Olahraga

Jadi Calon Tunggal Kapolri, Ini Rekam Jejak Listyo Sigit di Kepolisian

Presiden menyodorkan nama Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri ke DPR RI.


Jadi Calon Tunggal Kapolri, Ini Rekam Jejak Listyo Sigit di Kepolisian
Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menyalami para anggota DPR saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (19/2/2020). Rapat ini membahas kasus penjualan kondensat jatah negara oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan kerugian negara (berdasarkan hasil audit BPK) sekitar Rp37 triliun dan melibatkan Presiden Direktur TPPI Honggo Wendratno yang saat ini masih buron. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam suratnya menyodorkan nama Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri ke pimpinan DPR RI. 

Sebelum jadi Kabareskrim, Listyo Sigit pernah menjabat Kadiv Propam Mabes Polri, kemudian Kapolda Banten. Pada saat berpangkat Kombes pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2014. Bahkan sempat menjadi Kapolresta Surakarta pada saat Jokowi menjabat Wali Kota Solo.   

Sementara di bawah komando Sigit, Bareskrim banyak mengungkap sejumlah kasus besar yang menyedot perhatian publik.

Bareskrim juga mengawal seluruh kebijakan pemerintah dengan membentuk beberapa Satuan Tugas (Satgas), diantaranya Satgas Pangan, Satgas Migas, Satgas Kawal Investasi.   

Di awal menjabat, Sigit langsung tancap gas dengan mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan (NB). Pada 27 Desember 2019 atau 12 hari setelah dilantik sebagai Kabareskrim, Sigit mengumumkan secara langsung penangkapan dua terduga pelaku kasus tersebut. Mereka adalah, RM dan RB, keduanya merupakan oknum anggota kepolisian. 

"Tadi malam tim teknis telah mengamankan pelaku yang diduga melakukan penyiraman terhadap saudara NB, pelaku ada dua orang inissial RM dan RB," kata Listyo dalam jumpa pers di Polda Metro Jaya, Jumat 27 Desember 2019.  

Tak lama setelah itu, Bareskrim Polri melimpahkan tahap II kasus tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), ke Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dinyatakan lengkap atau P21.

Diketahui, kasus ini sudah bergulir sejak 2015 lalu dan mangkrak lama lantaran adanya kendala non-teknis. Namun, adanya koordinasi yang kuat antara Bareskrim dan Kejaksaan Agung akhirnya perkara tersebut bisa dirampungkan.  

Dalam pengadilan, Honggo divonis 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan. Sementara  dua tersangka lainnya Raden Priyono dan Djoko Harsono divonis 4 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 2 bulan.