Olahraga

Jacksen Siap Didepak usai Persis Kalah 3 Kali Beruntun

Persis sebelumnya sudah merasakan kekalahan 2-3 dari Dewa United FC dan 2-1 dari Persija Jakarta.

Jacksen Siap Didepak usai Persis  Kalah 3 Kali Beruntun
Pelatih Persis Solo, Jacksen F Tiago. (Instagram.com/persisofficial)

AKURAT.CO, Pelatih Persis Solo, Jacksen Ferreira Tiago mengaku sudah siap dengan apapun nasib yang akan diterima, menyusul kekalahan yang dialami Laskar Sambernyawa-julukan Persis- dari Persikabo 1973, Minggu (7/8).

Dalam pertandingan pekan ketiga Liga 1 Indonesia 2022-2023 yang berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Persis tidak mampu berbuat banyak ketika menghadapi tuan rumah Persikabo.

Laskar Sambernyawa menelan kekalahan 2-0 dari Persikabo. Gawang kiper Muhammad Riyandi dibobol dua kali oleh tuan rumah, masing-masing lewat Lucas Gama Moreira (69’) dan Gustavo Tocantins (74’).

baca juga:

Bagi Persis, ini merupakan kekalahan ketiga di Liga 1 Indonesia 2022-2023. Sebelumnya, mereka sudah merasakan kekalahan 2-3 dari Dewa United FC dan 2-1 dari Persija Jakarta.

Tak hanya itu, kesebelasan kebanggaan kelompok suporter Pasoepati tersebut menjadi satu-satunya klub yang belum memetik satu poin pun. Persis kini terjerembab di posisi terbawah alias penghuni juru kunci dengan nol poin, dan sudah kebobolan tujuh gol.

Usai pertandingan, Jacksen mengakui sudah mendapatkan tekanan untuk angkat kaki. Juru taktik kelahiran asal Brasil itupun menilai hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.

“Saya sudah sampaikan bahwa tekanan itu tergantung prestasi, kalau prestasi seperti ini adalah sesuatu yang wajar,” ujar Jacksen dalam konferensi pers pasca-laga.

“Saya harus berjiwa beras menerima sebuah tekanan dan kritikan, selama tiga kali pertandingan, kami tidak bisa menang dan tidak bisa menolak kritikan.”

Ketika ditanya nasib atau masa depannya di Persis, Jacksen hanya bisa pasrah. Eks pelatih Persipura Jayapura itupun sudah siap untuk menerima dengan lapang dada andai akan dipecat oleh manajemen dalam waktu dekat. 

“Kalau hari ini pun seandainya saya dapat kabar kalau ini adalah laga terakhir saya, saya harus berjiwa besar, kami harus realistis,” tutur pelatih berusia 54 tahun ini.

"Kami belum menang, sampai hari ini kami belum mendapatkan kemenangan. Jadi, kalau saya secara pribadi, saya tahu kemampuan, kalau kami belum dapat hasil itu akan jadi omong kosong.”[]