Tech

Jack Dorsey Resmi Mundur dari Dewan Direksi Twitter

Rencana Dorsey mundur dari dewan direksi Twitter, sudah ada sejak ia mundur dari posisi CEO.


Jack Dorsey Resmi Mundur dari Dewan Direksi Twitter
Mantan CEO dan co-founder Twitter, Jack Dorsey. (Twitter @Jacks)

AKURAT.CO Mantan CEO dan co-founder Twitter Jack Dorsey mengundurkan diri dari posisinya di dewan direksi Twitter.

Dorsey mundur dari dewan direksi Twitter mulai Rabu (25/5/2022). Pengunduran diri ini berlaku efektif setelah pertemuan dengan para pemegang saham.

Melansir dari TechCrunch, Jack Dorsey sebenarnya sudah mulai menjauh dari perusahaan yang didirikannya bersama dengan Evan Williams, Biz Stone, dan Noah Glass tersebut pada akhir 2021.

baca juga:

Langkah tersebut dilakukan Dorsey agar dapat fokus pada startup lain bernama Block, yang sebelumnya dikenal dengan nama Square.

Rencana Dorsey untuk mundur dari dewan direksi Twitter ini, sudah ada sejak ia mundur dari posisi CEO. Pada saat itu, perusahaan mencatat bahwa Dorsey akan tetap berada di dewan direksi Twitter sampai masa jabatannya berakhir pada rapat pemegang saham 2022.

Keluarnya Dorsey dari dewan direksi Twitter menandai akhirnya dari sebuah era baru. Di mana ia benar-benar tidak akan lagi terlibat dalam perusahaan yang ia dirikan tersebut.

Ditambah lagi dengan Elon Musk yang masih berminat mengakuisisi Twitter, yang mana berarti akan ada banyak perubahan yang terjadi di Twitter.

Selain keluarnya Dorsey, pada rapat pemegang saham hari Rabu lalu, Dewan direksi Twitter mengeluarkan Egon Durban dari posisinya sebagai anggota dewan direksi Twitter. 

Durban sendiri merupakan CEO dari Silver Lake, sebuah perusahaan private equity, yang juga merupakan teman dari Musk.

Sebelumnya, Twitter juga merombak susunan kepemimpinannya dan mengeluarkan dua eksekutif mereka, yaitu GM of Consumer Products Kayvon Beykpour dan GM of Revenue Bruce Falck.

Di samping itu, belum lama ini Twitter juga sedang mengalami masalah akun bot yang membuat Elon Musk menurunkan harga atau bahkan meninggalkan tawarannya untuk membeli Twitter.

Elon Musk juga dikabarkan menunda membeli Twitter karena jumlah akun spam atau akun bot yang berada di platform media sosial tersebut.

Di mana ia meragukan klaim Twitter yang menyebutkan bahwa jumlah akun bot di Twitter di bawah lima persen dari 226 juta pengguna aktif harian. Menurutnya, jumlah tersebut setidaknya ada 20 persen dari total akun Twitter.