Olahraga

Jabar Juara Umum PON, Emil Siapkan Bonus untuk Atlet

Jabar menjadi juara umum di PON Papua dengan total 353 medali yang terdiri dari 133 emas, 105 perak, dan 112 perunggu.


Jabar Juara Umum PON, Emil Siapkan Bonus untuk Atlet
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana memberikan bonus berupa uang untuk atletnya yang meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Kebijakan ini merupakan respons Pemprov Jabar atas keberhasilan kontingennya menjadi juara umum di PON Papua.

“Bonus sedang dihitung Pak Sekretaris Daerah. Nominalnya ratusan juta rupiah,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Jayapura, Papua, Jumat (15/10), sebagaimana dipetik Antara.

Emil–sapaan Ridwan–menyebut uang bonus tersebut dengan istilah Sunda kadeudeuh. Besaran bonusnya akan ditentukan berdasarkan capaian prestasi atlet bersangkutan.

“Ada kategori emas itu sendirian. Ada juga emas gerombolan, nanti ada hitungannya,” ucap Ridwan.

Jabar menjadi juara umum di PON Papua dengan total 353 medali yang terdiri dari 133 emas, 105 perak, dan 112 perunggu. Mereka unggul atas DKI Jakarta dan Jawa Timur yang berada di posisi kedua dan ketiga.

Sukses ini juga berarti Jabar mempertahankan gelar sebagai raja di pesta olahraga nasional tersebut. Lima tahun lalu ketika menjadi tuan rumah, Jabar juga memastikan diri sebagai juara.

Adapun Emil yang sengaja datang ke Jayapura untuk menjumpai atletnya sekaligus menyaksikan upacara penutupan PON di Stadion Lukas Enembe, malam nanti, mengatakan bahwa pihaknya tetap mengusahakan bonus meski keuangan tidak dalam kondisi baik akibat pandemi virus corona (Covid-19).

“Kita kehilangan Rp5 triliun selama Covid-19. Ada yang hilang (di pemasukan) pembangunan, parkiran, restoran, dan lainnya. Dengan Covid-19 kita kehilangan pendapatan luar biasa tapi tetap mencoba semaksimal mungkin untuk PON,” tutur Emil.

Ke depan, Emil bersiap merancang sains olahraga untuk mempertahankan performa atletnya. Gubernur yang juga berprofesi sebagai arsitek tersebut juga melibatkan ahli dari intansi pendidikan seperti dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung.

“UPI punya jurusan olahraga, di dalamnya ada alat yang menambah oksigen, ilmu posisi tubuh, memperbaiki performa dan sebagainya. Contoh, atlet angkat berat butuh asupan telur sekali makan bisa banyak, daging butuh tiga kilogram agar dia bisa meraih emas mengangkat barbell seberat sapi limosin,” kata Emil.[]