Entertainment

Izin Usaha Belasan Outlet Holywings Dicabut, Ini Kata Nikita Mirzani

Nikita Mirzani diketahui sebagai salah satu pemegang saham di Holywings.


Izin Usaha Belasan Outlet Holywings Dicabut, Ini Kata Nikita Mirzani
Izin Usaha Belasan Outlet Holywings Dicabut, Ini Kata Nikita Mirzani (Instagram/nikitamirzanimawardi_172)

AKURAT.CO, Nikita Mirzani turut memberikan komentarnya terkait dengan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencabut izin usaha 12 outlet Holywings di Jakarta. Wanita berusia 36 tahun itu diketahui merupakan salah satu pemegang saham di Holywings.

Kepada awak media, Nikita Mirzani mengaku dirinya kaget ketika mendengar kabar tersebut. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak tahu apa-apa. 

"Enggak tau gue, gue enggak tahu apa-apa," ujar Nikita Mirzani, dikutip dari YouTube KH Infotainment, Selasa (28/06).

baca juga:

Meski begitu, wanita yang akrab disapa Niki ini tetap memikirkan nasib para pegawai. Apalagi tidak sedikit jumlah pegawai yang bekerja dimiliki.

"Yang jelas, di Holywings itu banyak juga yang cari nafkah di sana. Kita punya ribuan pegawai yang juga mencari nafkah di sana," tambahnya," jawabnya.

Nikita Mirzani pun enggan untuk memberikan komentar lebih jauh. Lantaran, statusnya hanyalah sebagai investor.

"Tanya aja langsung sama manajemen. Namanya orang punya kesalahan ya udah wajar, tapi kita bisa memperbaiki, gitu aja," tutur Nikita Mirzani.

Jika Hollywings nantinya benar-benar ditutup, Nikita Mirzani kembali mengingatkan ada banyak orang yang menggantungkan hidup dengan bekerja di tempat tersebut.

"Ya wallahualam lah, tapi lihat juga di belakang Holywings, banyak juga orang kayak kalian cari nafkah buat anak istrinya," pungkasnya.

Pencabutan izin usaha Holywings dilakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi DKI Jakarta.

Hal ini berdasarkan rekomendasi dan temuan pelanggaran dari dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yaitu Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan lapangan gabungan bersama unsur DPPKUKM, DPMPTSP dan Satpol PP.

Dari peninjauan gabungan inilah ditemukan adanya beberapa pelanggaran yang menjadi dasar rekomendasi pencabutan izin.

Salah satunya ditemukan beberapa outlet Holywings belum memiliki sertifikat standar KBLI 56301 yang merupakan Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia dan harus dimiliki oleh operasional usaha bar.[]