Ekonomi

Izin Ditolak Wakil Bupati Sangihe, Menilik Tambang Mas Sangihe yang Kontroversial

Menjadi perbincangan hangat setelah meninggalnya Wakil Bupati Sangihe setelah mengirim surat pembatalan izin tambang PT Tambang Mas Sangihe (TMS)


Izin Ditolak Wakil Bupati Sangihe, Menilik Tambang Mas Sangihe yang Kontroversial
Ilustrasi - Pertambangan 2 (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Perusahaan tambang emas di Sangihe menjadi perbincangan hangat setelah meninggalnya Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong tepat setelah mengirim surat pembatalan izin tambang PT Tambang Mas Sangihe (TMS) ke Kementerian ESDM.

Tambang Mas Sangihe tersebut memang menjadi polemik di masyarakat Sangihe, lantaran banyak penolakan terjadi.

Lantas siapa sebenarnya pemilik PT. TMS yang kontroversial itu?

Seperti diketahui  PT. TMS adalah anak perusahaan dari Baru Gold Corp, perusahaan asal Kanada yang sebelumnya bernama East Asia Minerals.

Menurut informasi dari laman resmi perusahaan, Baru Gold Corp merupakan perusahaan sumber daya mineral asal Kanada, yang menggarap proyek Miwah, Aceh, dan Sangihe, Sulawesi Utara.

PT TMS sendiri mengelola pengoperasian tambang emas di Pulau Sangihe. Dimana 70% sahamnya di pegang Baru Gold, sedangkan sisanya 30% dipegang tiga perusahaan Indonesia yakni PT Sungai Balayan Sejati (10%), PT Sangihe Prima Mineral (11%), dan PT Sangihe Pratama Mineral (9%).

Berdasarkan data Minerba One Data (MODI) Kementerian ESDM, PT TMS memiliki izin kontrak kerja 4.200 hektare di Kabupaten Kepulauan Sangihe dengan nomor perizinan 163.K/MB.04/DJB/2021.

PT TMS memasuki tahap operasi produksi dengan komoditas berupa emas. Adapun izin didapatkan PT TMS sejak 29 Januari 2021 hingga 28 Januari 2054.

Sebagai pemegang saham utama sejumlah direksi PT. TMS juga berasal pada jajaran direksi Baru Gold Corp, salah satunya CEO baru Gold Corp, Terry Fibert.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co