News

Izin Dicabut Anies Baswedan, Hari Ini 12 Outlet Holywings Resmi Dilarang Beroperasi

Satpol PP DKI Jakarta secara serentak menutup dan melarang 12 outlet Holywings di seluruh DKI Jakarta untuk beroperasi, mulai Selasa (28/06/2022)


Izin Dicabut Anies Baswedan, Hari Ini 12 Outlet Holywings Resmi Dilarang Beroperasi
Satpol PP DKI Jakarta tengah menyegel dan memasang spanduk larangan beroperasi di salah satu outlet Holywings, Jakarta, Selasa (28/06/2022). (Dharma Wijayanto/Akurat.co)

AKURAT.CO  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta secara serentak menutup dan memasang spanduk larangan operasi 12 outlet Holywings di seluruh DKI Jakarta hari ini, Selasa (28/6/2022). Penutupan serentak itu sebagai buntut dicabutnya izin operasi Holywings oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Senin (27/06/2022). 

Kasatpol DKI Jakarta Arifin memimpin langsung operasi pemasangan spanduk larangan operasional Holywings. Mula-mula, dia mendatangi Holyshit Gatsu di Jalan Gatot Subroto, Jakara Pusat. 

"Jadi hari ini secara serentak kami lakukan penutupan 12 outlet Holywings yang ada di Jakarta diantaranya dari 12 itu ada di 5 tempat usaha yang ada di wilayah Jakarta Selatan, 4 lokasi yang ada di Jakarta Utara, 2 di Jakarta Barat dan 1Jakarta Pusat. Dan hari ini seluruh tempat kegiatan usaha itu kami lakukan penutupan dan tidak boleh beroperasi lagi," tegasnya kepada wartawan.  

baca juga:

Arifin juga mengungkapkan alasannya. Ia mendapati pelaksanaan kegiatan usaha Holywings ini, ternyata tidak didukung oleh kelengkapan dokumen perizinan sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

"Jadi beberapa oultet yang ada itu tidak melengkapi dokumen perizinannya. Yang kedua terjadi penyalahgunaan izin, perizinan yang digunakan dalam pelaksanannya ternyata tidak sesuai dengan kegiatan operasional," tambahnya. 

Ketiga, kata Arifin, pihaknya juga sudah mendapatkan surat dari Dinas PTSP DKI Jakarta yang telah mencabut izin usaha 12 gerai outlet Holywings yang ada di Jakarta. Selain itu pihaknya telah mengantongi surat dari dinas pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melakukan kegiatan penutupan. 

"Bahkan banyak yang belum memiliki perizinan. Adapun yang ada izin, ternyata juga pelaksanannya terjadi penyalahgunaan perizinan," ungkapnya. 

Dia berharap manajemen Holywings mempunyai itikad baik, punya niat yang sama untuk memperbaiki hal ini. 

"Tidak perlu kami lakukan pengawasan, kalau memang sudah dilakukan penutupan, ya tentunya sebagai WN yang baik, patuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan," pungkasnya.