Olahraga

ITF Pantau Aturan Izin Instruksi Pelatih di Turnamen WTA


ITF Pantau Aturan Izin Instruksi Pelatih di Turnamen WTA
Petenis asal Amerika Serikat, Sofia Kenin, merayakan kemenangannya di final Australia Terbuka dengan pelatihnya, Alex Kenin, di Melbourne, Australia, 1 Februari lalu. (REUTERS/Issei Kato)

AKURAT.CO, Federasi Tenis Internasional (ITF) sepertinya belum terlalu setuju dengan aturan diperbolehkannya pelatih memberi instruksi kepada petenis di tengah pertandingan. Lembaga tersebut masih akan memantau percobaan aturan tersebut yang diterapkan di turnamen internasional WTA tahun ini.

“Saat ini, saya akan bilang bahwa status quo (pemegang aturan lama) mungkin ada di posisi kita saat ini,” kata Presiden ITF, David Haggerty, sebagaimana dipetik dari Reuters. “Menonton percobaan ini, dan kemudian kita bisa melihatnya dalam setahun, bisa mendapatkan lebih banyak informasi.”

Aturan ini diterapkan setelah insiden final Amerika Serikat Terbuka 2018 ketika Serena Williams menghadapi petenis asal Jepang, Naomi Osaka. Kala itu, wasit Carlos Ramos menghukum penalti Williams karena menganggap pelatih sang petenis, Patrick Mouratoglou, memberikan gerak tubuh instruksi kepada anak asuhnya.

Sejauh ini, aturan tersebut telah resmi diterapkan pada turnamen beregu seperti Piala Davis dan Piala Fed. Sementara itu, WTA baru akan memulainya di Kejuaraan Dubai Duty Free di Uni Emirat Arab dan Ladies Open Hungaria, bulan ini.

“Menurut saya sesering Anda (melakukan) perubahan, maka Anda punya beberapa sisi argumen. Beberapa orang tidak menyukainya, beberapa yang lain suka,” kata Haggerty.

“Menurut saya ada tempat untuk (perdebatan) itu. Saya sangat percaya bahwa di Piala Davis dan Piala Fed kapten (tim) memberikan instruksi di lapangan adalah bagian kunci di kompetisi. Tapi itu situasi (kejuaraan) tim. Perorangan mungkin sedikit berbeda.”

ITF sebelumnya telah melakukan uji coba aturan tersebut pada turnamen junior. Namun, Hagerty mengatakan bahwa penerapan aturan tersebut tidak terlalu terlihat pada hasil pertandingan.

“Kami tidak melihat ada perbedaan hasil dengan pelatih datang ke lapangan versus pertandingan di mana tidak ada satu orang pun yang datang ke lapangan pada saat yang sama,” kata Haggerty.[]