News

Isu Reshuffle Kabinet, Mardani Ingatkan Hal ini

Evaluasi harus dilakukan dengan adil dan berbasis data yang akurat.


Isu Reshuffle Kabinet, Mardani Ingatkan Hal ini
Politisi PKS Mardani Ali Sera (Istimewa)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera komentari isu reshuffle kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Mardani ingatkan agar tidak ada 'politik dagang sapi' dalam reshuffle kabinet tersebut.

"Satu pekan terakhir isu reshuffle kabinet kerja ramai di publik. Dalam beberapa kesempatan saya mengingatkan, jangan ada politik dagang sapi," sebagaimana dikutip AKURAT.CO dalam akun Twitter @MardaniAliSera pada Rabu (21/4/2021).

Ia berharap reshuffle kali ini merupakan bentuk keseriusan Jokowi dalam menemukan sosok yang memiliki komitmen, integritas, moralitas dan intelektualitas diperlukan.

"Jangan sampai reshuffle ini jadi ajang mengatur ulang peta politik semata," ujarnya.

Kata dia, sebagai seorang presiden, Jokowi punya visi, misi sampai target. Evaluasi harus mendengar dari berbagai pihak, publik tak ingin menteri yang diganti kelak adalah mereka yang sebenarnya sudah membangun fondasi kokoh. 

"Mungkin ybs tidak popular, tetapi sebenarnya sudah bekerja sangat keras," ujarnya.

Lebih lanjut, evaluasi harus dilakukan dengan adil dan berbasis data yang akurat. "Memang reshuffle hak prerogatif presiden, tapi tetap perlu penuh perhitungan dengan melihat efektifitas pemerintahan. Alangkah baiknya di bulan Ramadhan ini, Pak @jokowi mengikuti Reformasi Birokrasi," paparnya.

Mardani juga megatakan miskin strukur kaya fungsi, tidak perlu banyak-banyak di pemerintahan. Karena, di pemerintahan itu sudah punya kekuasaan, udah punya anggaran, udah punya ASN sampai aparat. 

"Dalam momen kali ini, insyaAllah @PKSejahtera kian teguh sebagai oposisi karena jelas makin membuat demokrasi kita sehat," katanya.

Memang masyarakat perlu pemerintahan yang kuat, tapi disaat yang sama oposisi yang tangguh juga diperlukan. 

"Lolosnya Revisi UU KPK dan UU Omnibus Law merupakan contoh tidak kuatnya oposisi di parlemen, check and balances pun kurang berjalan. Dalam konteks demokrasi kita mengalami kerugian, semoga ini disadari rekan2 yang lain," kata dia.

Ia juga mengatakan bahwa sekarang ini ada namanya hukum sentimen publik dan PKS akan terus mencoba untuk berkomunikasi dengan seluruh stake holder. 

"Jangan hanya kami yang oposisi indoor, tapi kita juga bekerja sama dengan oposisi outdoor, seperti mahasiswa, civil society, media. Mari kita sama-sama menjaga pemerintahan," ujarnya.

Terakhir, ia mengingatkan tidak punya beban politik seperti periode pertama, salah satu yang mesti Jokowi sadari. 

"Monggo reshuffle tapi pastikan hasilnya bermanfaat bagi rakyat, bagi percepatan penanganan Covid-19, perekonomian yang kian membaik, makin adil dan yang utama rakyat merasa negara hadir di negeri ini," katanya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu