Rahmah

Istri Wajib Taat Pada Suaminya, dengan Syarat dan Ketentuan Begini

Istri Wajib Taat Pada Suaminya, dengan Syarat dan Ketentuan Begini
Ilustrasi Suami Istri (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO 

Rasulullah SAW pun mengatakan bahwa sangat tinggi kedudukan suami untuk istrinya. “Seandainya saya bisa memerintahkan seorang untuk sujud pada orang lain, pasti saya perintahkan seorang istri untuk sujud pada suaminya.” (HR Abu Daud, Al-Hakim, Tirmidzi).

Terhadap seorang suami yang baik, mau menafkahi suaminya dengan maksimal, istri wajib hukumnya untuk taat atas perintah suami. Sehingga tidak selayaknya jika seorang istri marah atau menyakiti suami jika tanpa alasan yang pasti.

baca juga:

Rasulullah SAW: “Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia, tetapi istrinya dari kelompok bidadari bakal berkata, ‘Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah memusuhimu. Dia (sang suami) hanyalah tamu di sisimu; nyaris saja ia bakal meninggalkanmu menuju pada kami’.” (HR At-Tirmidzi).

Namun demikian, tidak sedikit seorang istri yang tanpa sadar menyakiti suaminya dengan tanpa alasan yang jelas. Sifat pemarah kepada suaminya menjadi kelakuan yang seolah dibenarkan dalam agama. Padahal, sifat marah ini merupakan sifat yang murni datang dari setan.

Nabi bersabda:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Artinya: "Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu." (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784).

Selain dengan wudu yang dilakukan oleh orang yang sedang marah, Anda juga dapat mengamalkan amalan ini untuk menghadapi orang yang sedang marah:

لاَاِلهَ اِلاَّاللهُ الْحَلِيْمُ الْحَكِيْمُ، سُبْحَانَ اللهِ رَبّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، لآَاِلهَ اِلآّ اَنْتَ عَزَّجَارُكَ وَجَلَّ ثَنَآؤُكَ 

LA ILAAHA ILLALLOOHUL HALIIMUL HAKIIMU SUBHAANALLOOHI ROBBIS SAMAAWAATIS SAB’I WA ROBBIL ‘ARSYIL ‘ADZIIMI LAA ILAAHA ILLAA ANTA ‘AZZA JAARUKA WA JALLA TSANAA UKA