News

Istri Pilot Alami KDRT Selama 13 Tahun, Polisi Turun Tangan

Laporan itu teregister dengan nomor TBL/B/799/V/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA tanggal 9 Mei 2022.


Istri Pilot Alami KDRT Selama 13 Tahun, Polisi Turun Tangan
Ilustrasi (Dok. AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Seorang perempuan berinisial MS (41) mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, seorang pilot berinisial HT.

Kkasus ini dibenarkan Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu. Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.

"Iya betul, laporannya sudah diterima tertanggal 9 Mei 2022," katanya kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).

baca juga:

Laporan itu teregister dengan nomor TBL/B/799/V/2022/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA tanggal 9 Mei 2022.

Dalam laporan tersebut, MS melaporkan HT Pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Saat ini kasus tersebut sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Tangerang Selatan.

"Sedang dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi, sudah dilakukan visum. Nanti akan disampaikan updatenya oleh Satreskrim," ucapnya.

Sebelumnya, poster peristiwa KDRT yang dialami oleh MS ini viral di media sosial.

Kasus dugaan KDRT itu diduga dilakukan oknum pilot dari maskapai penerbangan nasional.

Korban inisial MS (41), wanita yang berdomisili di BSD, Tangerang Selatan.

Dalam poster itu, Maria disebut menjadi korban KDRT oleh suaminya selama 13 tahun.

Dalam foto itu juga terlihat wajah MS penuh dengan luka lebam yang diduga akibat kekerasan fisik yang dialaminya.

Dalam narasi pesan yang beredar di Whatsapp, MS diduga mendapat bogem mentah oleh suaminya hingga wajahnya berlumuran darah dan hampir hilang kesadaran.

"Kejadian itu dilakukan aksinya di depan anak-anaknya yg sudah beranjak dewasa, dan anak anak mereka mendokumentasikan KDRT ini," tulis pesan dalam poster itu.

Dalam poster itu juga tertulis tagar #SaveGaby sebagai bentuk dukungan terhadap korban.

"Akankan ada keadilan bagi korban KDRT," seperti dikutip dari poster tersebut.[]