News

Istri Hakim PN Medan Jamaluddin Bantah Janjikan Uang Rp100 Juta dan Umroh pada Eksekutor


Istri Hakim PN Medan Jamaluddin Bantah Janjikan Uang Rp100 Juta dan Umroh pada Eksekutor
Rekonstruksi kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO, Istri hakim Jamaluddin, ZH, yang merupakan otak pelaku pembunuhan membantah menjanjikan uang Rp100 juta kepada kedua eksekutor JP dan RF setelah menghabisi nyawa Jamaluddin.

Berdasarkan kronologis yang dibacakan penyidik saat rekonstruksi di sebuah cafe di Jalan Ngumban Surbakti, terungkap jika ZH menjanjikan uang Rp100 juta dan berangkat umroh kepada JP dan RF setelah berhasil membunuh hakim Jamaluddin.

Namun keterangan tersebut dibantah oleh ZH saat rekonstruksi. Menurut ZH jika yang dijanjikan hanya berangkat umroh.

"Tidak ada saya janjikan uang Rp100 juta tapi kalau saya janjikan umroh, ibunya iya. Uang tersebut saya maksud untuk biaya umroh. Niat itu saya sampaikan kepada JP dan RF," kata Zuraida Hanum, saat rekonstruksi, Senin (13/1/2020).

Namun keterangan berbeda justru disampaikan oleh tersangka JP yang mengatakan jika ZH menjanjikan uang dan umroh kepada mereka setelah berhasil membunuh hakim Jamaluddin.

Disebut JP, janji umroh dan uang tersebut disampaikan ZH kepada RF saat mereka bertemu merencanakan pembunuhan di salah satu cafe di Jalan Ngumban Surbakti Medan pada 25 November 2019.

"Yang saya tahu, hanum memberikan uang seratus juta kepada adek saya selain umroh, karena umroh itu nanti kami bertiga, yaitu saya, Hanum dan adek saya. Karena adek saya Reza, dia tidak mau digantikan sama mamanya," ungkap JP.

Pernyataan itu diamini oleh RF, saat ditanyakan oleh penyidik terkait janji uang dan umroh yang dikatakan ZH kepada keduanya.

"Sama dengan keterangan JP," ujar tersangka RF.

Diketahui, pembunuhan terhadap hakim Jamaluddin didasari atas sakit hati sang istri ZH lantaran kerap diselingkuhi oleh korban. Pernyataan itu disampaikan oleh ZH kepada JP dan kembali disampaikan kepada RF saat mereka merencanakan pembunuhan.

Dikatakan ZH, selama ini suaminya Jamaluddin kerap bermain serong dengan perempuan lain. Bahkan korban selalu marah-marah kepada orangtua ZH. Hal tersebut membuat ZH sakit hati dan meminta keduanya membunuh Jamaluddin.[]