News

Istri Hakim Jamaluddin Sempat Curhat pada Eksekutor Sebelum Akhirnya Berniat Membunuh


Istri Hakim Jamaluddin Sempat Curhat pada Eksekutor Sebelum Akhirnya Berniat Membunuh
Tersangka ZH (istri korban) sebagai otak pembunuhan berencana digiring petugas usai reka adegan di salah satu kafe di Medan (AKURAT.CO/Muhlis)

AKURAT.CO, Rekonstruksi terkait kasus pembunuhan hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin akhirnya dilaksanakan di Cafe Warunk Everyday. Dalam reka adegan itu, ZH (istri korban) sebagai otak pelaku, mencurahkan keinginannya untuk menghabisi nyawa korban pada eksekutor.

"Pada rekonstruksi yang kita lakukan ini otak pelaku ZH mencurahkan keinginannya kepada eksekutor JP, untuk menghabisi nyawa korban," kata Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumatera Utara, Komisaris Besar Polisi Andi Rian, Senin (13/1/2020).

Dijelaskan Komisaris Besar Polisi Andi Rian, eksekutor JP sempat menyarankan kepada istri korban ZH, untuk mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Agama. Namun oleh tersangka ZH, mengatakan tidak akan mau lantaran malu.

"Jangan, kalau cerai aku malah malu. lebih baik matikan saja. Kalau enggak aku yang mati, dia yang mati," kata Komisaris Besar Polisi Andi Rian, menirukan ucapan tersangka ZH.

Dikatakan Komisaris Besar Polisi Andi Rian, bahwa dalam kasus tersebut terbukti istri korban ZH telah merencanakan pembunuhan kepada hakim Jamaluddin dengan memerintahkan dua eksekutor JP dan RF.

"Apapun alasan pelaku merencanakan, sebagaimana  yang dirilis pimpinan Polda, yakni persoalan keluarga," ungkapnya.

Lebih lanjut, dikatakan Komisaris Besar Polisi Andi, pada hari ini pihaknya akan melakukan rekonstruksi di lima lokasi, dimana para tersangka merencanakan pembunuhan terhadap korban.

"Hari ini ada lima lokasi yang akan dilakukan rekonstruksi, pertama di lokasi pertemuan pertama, dan selanjutnya ke lokasi mereka dimana salah seorang pelaku belanja perlengkapan sebelum eksekusi," ucap Komisaris Besar Polisi Andi Rian.[]