News

Istri Ferdy Sambo Belum Ditahan Karena Sakit, DPR: Penyidik Punya Alasan

Istri Ferdy Sambo Belum Ditahan Karena Sakit, DPR: Penyidik Punya Alasan
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali menemui awak media usai mendaftarkan NasDem sebagai calon peserta Pemilu 2024 di Gedung KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/8/2022). (AKURAT.CO/Petrus C Vianney)

AKURAT.CO, Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi atau PC telah ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Meski begitu, pihak kepolisian belum juga menahan Putri. 

Alasan Polri belum menahan Putri karena dirinya masih sakit. Hal itu tentu menjadi tanda tanya dan kekhawatiran nantinya, apabila tersangka pembunuhan berencana itu akan melakukan manuver-manuver mengamankan bukti serta saksi.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Achmad Ali mengatakan, kekhawatiran itu dapat menjadi pengingat bahwa pasal yang dijatuhkan kepada Putri sangatlah berat. 

baca juga:

"Kalau melihat pasal yang dikenakan penyidik sangat berat sehingga wajar kalau ada kekhawatiran publik, bahwa tersangka akan menghilang barang bukti dan lain-lain," kata Ali kepada wartawan, Jumat (19/8/2022).

Meski begitu, Waketum Partai NasDem itu enggan berkomentar terlalu jauh perihal dalih belum ditahannya Putri. Dirinya menyebut bahwa hal itu merupakan ranah dari penyidik

"Tentu belum ditahannya tersangka, penyidik punya alasan yang substantif. Tapi saya yakin pada akhirnya tersangka akan ditahan," ujar dia.

Ali pun mendukung langkah Polri untuk menetapkan Putri sebagai tersangka karena bukti kuat yang disangkakan padanya dalam kasus tewasnya Brigadir J. 

"(Ya) Mendukung. Tentunya itu berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi yang didapat oleh penyidik," tukas dia. 

Sebagai informasi, Istri mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Putri Chandrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. 

Putri dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana subsider Pasal 338 KUHP junto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun. 

"Jadi pasal yang kami sangkakan terhadap saudara PC adalah Pasal 340 subsider 338 Juncto Pasal 55 Juncto pasal 56 KUHP," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian saat jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (19/8/2022). 

Putri ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali oleh tim khusus Polri. []