Olahraga

Istora Tetap Bergemuruh Meski Tak Ada Wakil Merah Putih di Final

Penonton selalu bersorak setiap poin yang ada di pertandingan.

Istora Tetap Bergemuruh Meski Tak Ada Wakil Merah Putih di Final
Suasana penonton saat final Indonesia Terbuka 2022 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Minggu (19/6). (Akurat.co/Dimas Ramadhan)

AKURAT.CO, Ajang Indonesia Terbuka 2022 telah memasuki hari terakhir. Meski sudah dipastikan tidak ada wakil Merah Putih, namun penonton masih tetap ramai dan gemuruh di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada Minggu (19/6) masih sangat terasa.

Berdasarkan pantauan Akurat.co di dalam Istora, saat pertandingan final pertama Zheng Siwei/Huang Yaqiong (China) versus Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang), sebagian tribun sudah terisi, bahkan nyaris penuh.

Seperti untuk kelas tiket VIP, di mana tribun yang tersisa hanya lima deret kursi teratas. Kemudian untuk kelas kategori satu atau tribun sisi lapangan, nyaris tidak ada yang tersisa di salah satu bagian.

baca juga:

Hanya sisi tribun di belakang panggung yang tak penuh. Sementara untuk tribun kategori dua atau yang berada si sisi serong lapangan, juga tak jauh berbeda dengan kategori satu.

Kondisi ini tentunya sangat menarik. Sebab, Indonesia selaku tuan rumah, tidak menempatkan satupun wakilnya untuk bertanding. Para pemain Merah Putih sudah tersingkir semua sejak babak perempat final.

Tak hanya memadati tribun di Istora, ribuan penonton tersebut turut membuat bising dengan sorakan-sorakan dukungan. Mereka secara bergantian berteriak mendukung Siwei/Yaqiong dan Yuta/Arisa.

Salah satunya adalah Arini, penonton yang rela datang dari Bogor, Jawa Barat. Dia tetap memilih datang ke final Indonesia Terbuka 2022 meski tak ada sekalipun wakil Merah Putih yang berlaga.

"Saya tadi datang dari jam 6 pagi, beli tiket final on the spot (OTS). Kemarin semifinal beli ots juga. Enggak apa-apa enggak ada Indonesia-nya, karena di semifinal sama final mau liat Zheng Siwei sama Yuta," kata Arini.

Begitu pula dengan Irene dari Jakarta. Bedanya, dia mengantongi tiket lebih lama karena membelinya secara online. Namun tetap datang karena ingin nonton pertandingan finalnya.

"Saya dateng ke final karena udah beli tiketnya war ticket yang online. Tetep datang karena yang masuk final bagus bagus semua," tutur Irene.

Pasukan Merah Putih benar-benar kehilangan tajinya meski tampil di "rumah" sendiri. Tidak ada satupun pemain yang bertanding di semifinal Indonesia Terbuka 2022.

Tercatat dari 20 wakil yang berlaga di Indonesia Terbuka 2022, hanya empat yang mampu melaju di babak delapan besar turnamen BWF level super 1000 tersebut.

Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan (ganda putra), Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra), dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti (ganda putri).[]