News

Istana Harap DPR Setujui Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Secepatnya

Istana Harap DPR Setujui Andika Perkasa Jadi Panglima TNI Secepatnya
Mensesneg Pratikno saat ditemui usai acara siraman putri kedua Presiden RI, Kahiyang Ayu di Solo, jawa Tengah, Selasa (7/11) (AKURAT.CO/ Hono Mustanto)

AKURAT.CO Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno berharap DPR RI dapat segera menindaklanjuti Surat Presiden (Surpres) Panglima TNI. Dengan begitu, Panglima TNI yang baru dapat segera dilantik.

"Kami sangat mengharapkan untuk bisa memperoleh persetujuan secepatnya sehingga pemerintah bisa segera menerbitkan keputusan Presiden sehingga Presiden dapat melantik Panglima TNI yang baru sebelum Panglima TNI yang sekarang berakhir masa jabatannya," kata Pratikno dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Pratikno juga menjelaskan Surpres penggantian Panglima TNI yang telah disampaikan kepada DPR RI hari ini adalah untuk melanjutkan kepimimpinan Panglima TNI yang masih menjabat, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang diketahui akan pensiun pada 8 November 2021 mendatang.

baca juga:

"Jadi Bapak Presiden telah menandatangani surat Presiden tentang pengusulan nama pengganti untuk Panglima TNI. Sebagaimana kita ketahui Pak Hadi Tjahjanto telah memasuki akhir masa jabatan pada November ini," kata Pratikno.

Seperti diketahui, Surat Presiden (Surpres) tentang calon Panglima TNI telah diterima oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Surpres tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Ketua DPR RI Puan Maharani yang didampingi Wakil Ketua Rachmat Gobel dan Lodewijk F Paulus.

Dalam surat tersebut, kata Puan, Jokowi hanya menunjuk satu nama calon tunggal Panglima TNI, yaitu Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Pada hari ini melalui Pak Mensesneg, Presiden telah menyampaikan surpres mengenai usulan calon Panglima TNI kepada DPR RI atas nama Jenderal TNI Andika Perkasa," kata Puan dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/11/2021).

Selanjutnya, kata Puan, DPR akan menindaklanjuti surpres tersebut sesuai dengan mekanisme yang berlaku di DPR RI.