News

Israel Kembali Meneror Gaza, MPR Ingatkan Lagi Komitmen Jokowi

Jokowi pernah menyampaikan secara terbuka bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina

Israel Kembali Meneror Gaza, MPR Ingatkan Lagi Komitmen Jokowi
Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid atau HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2020). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Jelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengingatkan Presiden Jokowi agar Pemerintah Indonesia semakin tegas dan serius melaksanakan komitmen dan peran positifnya, dengan mengupayakan tindakan-tindakan yang lebih konkret bersama lembaga internasional. 

Hal itu menanggapi tindakan Israel yang kembali melakukan serangan terhadap Jalur Gaza dan membiarkan upaya ribuan ekstremis Zionis menyerbu Al-Aqsha. 

HNW mengatakan, Jokowi pernah menyampaikan secara terbuka bahwa Indonesia berhutang kepada Palestina, karena satu-satunya negara yang diundang ke Konferensi Asia Afrika di Bandung, hanya tinggal Palestina yang belum merdeka.

baca juga:

"Apalagi Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina Francesca Albanese secara terbuka juga mengutuk serangan Israel kali ini. Demikian juga Sekretaris Jendral Liga Muslim se-Dunia, Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa juga mengutuk keras perilaku Israel yang membahayakan masyarakat sipil dan masjid Al Aqsha," kata HNW dalam keterangan tertulis, Selasa (9/8/2022).

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini menilai, teror yang kembali dilakukan Israel sejak Jumat (5/8/2022) merupakan pelanggaran berkelanjutan yang nyata terhadap HAM dan hukum internasional. 

“Serangan udara Israel yang terakhir, mengakibatkan tewasnya 6 anak-anak, 32 warga sipil termasuk salah satu pimpinan kelompok perlawanan Palestina, dan 215 warga dewasa dan anak-anak Palestina yang terluka. Serial teror kejam dan tak berperikemanusiaan ini harusnya direspons dengan tegas dan keras oleh Indonesia dan dunia internasional," tuturnya.

Semestinya, lanjut HNW, Pemerintah Indonesia dapat mengambil langkah serupa dalam meningkatkan solidaritas menghentikan kolonialisme dan teror Israel, untuk diwujudkannya perdamaian dan kemerdekaan Palestina dengan Ibukota Yerusalem Timur, lokasi beradanya Masjid Al-Aqsha.

"Sekalipun beberapa negara Arab sudah melakukan “normalisasi” membuka hubungan diplomatik dengan Israel, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia sesuai ketentuan pembukaan UUD-NRI1945, kembali mengambil inisiatif, mengutuk keras, dan menggalang komitmen OKI dan Dewan Keamanan PBB agar mengadakan sidang istimewa untuk menghentikan kejahatan teror dan kolonialisme Israel," paparnya 

"Menegakkan hukum internasional secara benar, juga untuk selamatkan Masjid Al-Aqsha, sebagai salah satu kunci menghadirkan kemerdekaan Palestina, dan perdamaian di kawasan. Apalagi Pemerintah Afrika Selatan juga telah mendesak agar Sidang Umum PBB menetapkan Israel sebagai Negara apartheid," pungkas dia.[]