News

Dua Napi Palestina yang Kabur dari Penjara Tingkat Tinggi Israel Berhasil Ditangkap  

Enam napi berhasil melarikan diri dengan menggali lantai sel penjara.


Dua Napi Palestina yang Kabur dari Penjara Tingkat Tinggi Israel Berhasil Ditangkap  
Kedua nama yang telah ditangkap hingga kini belum dirilis oleh pihak kepolisian Israel. (Reuters)

AKURAT.CO, Kepolisian Israel menyatakan bahwa dua dari enam narapidana Palestina yang melarikan diri dari penjara berkeamanan tinggi di negaranya telah berhasil ditangkap sejak pencarian yang dilakukan sejak hari Senin (6/9) lalu.

Kedua napi tersebut ditangkap di kota Nazareth pada hari Jumat (10/09) setelah berhasil melarikan diri dengan cara menggali terowongan penjara Gilboa. 

Pelarian pertama sejak 20 tahun terakhir tersebut diduga sebagai serangkaian kesalahan dari para sipir. Menanggapi pelarian tersebut, grup militan Palestina menjulukinya sebagai aksi heroik. 

Keenam napi tersebut diklaim telah menggali sebuah lubang di lantai sel penjaranya selama beberapa bulan. Lantai tersebut mengarah ke sebuah ruang yang muncul akibat tenggelamnya sejumlah tanah ketika konstruksi pembangunan penjara tersebut.

Setelah berhasil masuk ke ruang tersebut, keenam napi tersebut merangkak dan menggali lagi hingga berhasil mencapai jalan tanah di luar gerbang yang terletak tepat di bawah menara pengawasan. 

Kamera CCTV juga berhasil merekam pelarian tersebut pada pukul 01.30 waktu setempat pada Senin (6/9) lalu. Tetapi alarm baru menyala pada pukul 04.00 waktu setempat setelah sejumlah warga lokal menyaksikan ‘sejumlah sosok mencurigakan’ muncul di halaman rumahnya. 

Sedangkan media Israel menyatakan bahwa pelarian diri tersebut adalah serangkaian kegagalan keamanan. 

Sejumlah media juga menyertakan berbagai penemuan dalam pelarian penjara tersebut. Penemuan tersebut meliputi publikasi cetak biru dari penjara Gilboa, penempatan enam napi dari kasus West Bank kota Jenin di dalam satu sel penjara, termasuk tiga napi yang memiliki risiko melarikan diri tinggi, dan keputusan untuk tidak menyalakan alat perusak sinyal yang bisa saja digunakan untuk menghentikan enam napi tersebut dari komunikasinya dengan pihak luar penjara. 

Ada juga sejumlah laporan yang belum terkonfirmasi terkait kelalaian penjaga menara tower yang ketika itu diduga ketiduran. 

Lima dari napi tersebut, Mahmoud Ardah, Mohammed Ardah, Ilham Kamamji, Yaqoub Qadri dan Munadil Infaat, adalah anggota dari grup Islam militan, Jihad. Keempat di antaranya telah mendapatkan hukuman penjara seumur hidup setelah menjadi terdakwa sebagai perencana dan pelaksana penyerangan yang membunuh warga Israel. 

Sedangkan napi keenam, Zakaria Zubeidi adalah mantan komandan Brigade Al-Aqsa Martyrs di Jenin yang ditangkap oleh militer Israel pada 2019 lalu karena diduga telah terlibat dalam berbagai penembakan dan sedang menjalani pengadilan. 

Kedua nama yang telah ditangkap hingga kini belum dirilis oleh pihak kepolisian Israel.  []