Rahmah

Islam Tegas Melarang LGBT, Begini Penjelasan Dalilnya

LGBT ditentang oleh agama Islam sebab tidak sejalan dengan fitrah suci.


Islam Tegas Melarang LGBT, Begini Penjelasan Dalilnya
Ilustrasi - LGBT (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Mengutip hallosehat.com, LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Awalnya pada tahun 1990, LGBT digunakan untuk merujuk pada kelompok homoseksual dan transgender saja. Sekarang, singkatan ini melingkupi lebih banyak orientasi seksual dan beragam identitas gender.

Secara empiris, homoseksual dinilai hina oleh mayoritas umat manusia di berbagai belahan dunia. Tidak hanya dalam pandangan agama Islam, dalam pandangan agama-agama lainnya LGBT pun dinilai tidak sesuai dengan fitrah manusia.

Secara spesifik, pada artikel ini akan dibahas tentang LGBT dalam bentuk lesbian, atau hubungan seksual yang dilakukan antara perempuan dengan perempuan yang lain. 

baca juga:

Syekh M Nawawi Banten, dalam Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in, halaman 349, mengatakan demikian:

وتساحق النساء حرام ويعزرون بذلك لأنه فعل محرم. قال القاضي أبو الطيب وإثم ذلك كإثم الزنا، لقوله صلى الله عليه وسلم "إذا أتت المرأة المرأة فهما زانيان" 

Artinya: “Hubungan seksual sesama perempuan (sihaq) adalah haram. Pelakunya dikenakan sanksi level takzir karena sihaq merupakan tindakan yang diharamkan. Qadhi Abut Thayyib mengatakan, ‘Dosa sihaq serupa dengan dosa zina berdasarkan sabda Rasulullah SAW, ‘Bila perempuan melakukan seksual dengan sejenisnya, keduanya telah berzina’."

Dari penjelasan di atas sudah jelas bahwa lesbian adalah haram. Perlakuan seksual model demikian dalam Islam bahkan harus dijatuhi sangsi karena serupa dengan perbuatan zina.

Sementara itu menurut Abdul Hamid As-Syarwani dan Ahmad Ibnu Qasim Al-Abbadi, dalam Hawasyi Tuhfatil Muhtaj, Musthofa Muhammad, juz IX, halaman 104, orang yang melakukan lesbian harus ditakzir/dikenakan hukuman.

 ولا حد بمفاخذة وغيرها مما ليس فيه تغييب حشفة كالسحاق( عبارة المغني ولا بإتيان المرأة المرأة بل تعزران ولا باستمنائه باليد بل يعزر اما بيد من يحل الاستمتاع بها فمكروه لأنه في معنى العزل) لعدم الإيلاج السابق

Artinya: “Tiada sanksi hudud bagi tindakan seksual dengan paha dan aktivitas seksual lain yang tidak sampai memasukan kelamin laki-laki seperti sihaq. Redaksi dalam Mughni, ‘Tiada sanksi hudud bagi pelaku lesbian. Keduanya cukup di-takzir. Begitu juga mereka yang melakukan masturbasi dengan tangannya. Mereka di-takzir. Sedangkan masturbasi pria dengan menggunakan tangan istri atau budak perempuannya, hukumnya makruh karena masuk kategori ‘azal [keluar mani di luar vagina]’ (karena tidak ada masuknya penis seperti keterangan lalu)."

Demikian keterangan tentang LGBT dalam pandangan agama Islam. Islam mengajarkan umatnya untuk berpasangan antar jenis yang berbeda. Sebaliknya, melarang perbuatan lesbian, gay, biseksual, dan transgender, karena tidak sejalan dengan fitrah suci manusia.

Wallahu A'lam.[]