Rahmah

Islam Sudah Memprediksi Adanya Kelompok Teror yang Memanipulasi Agama untuk Kepentingan Pribadi

Islam sudah memprediksi akan adanya orang yang menggunakan agama untuk kepentingan individu dan kelompok


Islam Sudah Memprediksi Adanya Kelompok Teror yang Memanipulasi Agama untuk Kepentingan Pribadi
Pasukan Khusus telah melacak teroris ISIS dan persembunyiannya di pegunungan terpencil selama berbulan-bulan

AKURAT.CO Masyarakat Indonesia kembali digegerkan dengan adanya peristiwa yang cukup mencengangkan, yaitu adanya bom bunuh diri di sebuah gereja di Makassar. Sementara pakar mengatakan, bom tersebut dilakukan oleh aktor-aktor teroris yang masih memiliki kaitan dengan pelaku bom bunuh diri di berbagai tempat di Indonesia.

Akan adanya gerakan radikal dan teror yang memanipulasi agama untuk kepentingan politik ini sudah diprediksi jauh 14 abad yang lalu oleh Al-Qur'an. 

Dalam QS. Al-Kahfi ayat 103-104 Allah berfirman yang artinya: "Katakanlah, ‘Apakah ingin Kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang perbuatan-perbuatannya paling merugi?’. (Mereka itu) orang yang usahanya sia-sia dalam kehidupan dunia ini, sedang mereka menyangka bahwa mereka itu berbuat sebaik-baiknya.” 

baca juga:

Al-Sya'rawi menyebut, akan ada orang-orang yang merasa dirinya telah berbuat kebenaran, namun amalnya itu tidak menambah timbangan amal di akhirat. Perbuatannya sia-sia seperti debu berterbangan yang tak jelas arahnya. Pelaku teror selalu merasa menjalankan amanah agama, namun hakikatnya murni karena kepentingan individu atau politiknya.

Penafsiran Al-Sya'rawi relevan dengan kemunculan kelompok radikal dan teror yang merasa bahwa konsepsi beragama yang dijalankan dengan kekerasan, mengangkat pedang, adalah suatu kebenaran mutlak. Seperti yang dilakukan ISIS dan HTI, yang meyakini bahwa jihad dengan peperangan adalah bentuk kebenaran Islam yang mutlak, tidak bisa ditafsirkan ulang. 

Padahal, jihad demikian nyatanya bertentangan dengan pandangan mayoritas ulama. Sebagaimana dikatakan Abdul Mustaqim, jihad yang diperintahkan pada umat Islam bukan perintah mutlak, tetapi hanya sebagai alternatif ketika umat disakiti secara fisik terus menerus dan mereka dihadang untuk beribadah.

Di dalam tafsir Al-Mishbah, M Quraish Shihab menegaskan hal yang sama. Bahwa, akan ada sementara orang yang menyangka apa yang dilakukan di dunia akan menyelamatkannya di akhirat, tapi nyatanya tidak demikian. Apa yang dilakukan hanyalah klaim belaka, bukan berlandaskan tuntunan syariat yang benar. 

Semua pernyataan di atas amat sejalan dengan apa yang dilakukan gerakan radikalisme dan terorisme. Mereka memanipulasi agama sebagai basis tindakan radikal bom bunuh diri. Wilayah penafsiran agama dijadikan ukuran kebenaran mutlak yang amat subjektif, dan parahnya, digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang justru bertolak belakang dengan pesan-pesan agama, yang santun, toleran, dan mengedepankan perdamaian.

Tugas kita sebagai anak bangsa adalah merangkul generasi muda agar jangan sampai mereka mengikuti gerakan-gerakan radikal yang memanfaatkan agama untuk kepentingan individu dan kelompok dengan cara melakukan aksi-aksi kekerasan dan bom bunuh diri. Wallahu A'lam.[]

Sumber: Sangkhalifah

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first