Rahmah

Islam Haramkan Makan Daging Babi, Apakah Anggota Tubuh Lain Juga Dilarang?

Pasalnya dalam Al-Qur'an yang diharamkan adalah "lahmul hinzir; daging babi"


Islam Haramkan Makan Daging Babi, Apakah Anggota Tubuh Lain Juga Dilarang?
Anak babi (CHANNELNEWSASIA.COM)

AKURAT.CO  Seperti kita tahu Islam melarang umatnya untuk memakan daging babbi. Ini sebagaimana disebutkan di dalam QS. Al-Baqarah ayat 173, Allah SWT berfirman:

 إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلاَ عَادٍ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ 

Artinya: “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Al-Baqarah [2]: 173).

Memahami ayat di atas secara sepintas dipahami yang diharamkan dalam Islam yaitu daging babi, bukan anggota tubuh yang lain dari binatang itu. Namun, apa benar yang dimaksudkan demikian?

Menurut Ibnu Hazm, dalam  Al-Muhalla, jilid 7, halaman 338, haram memakan sesuatu apapun dari babi. Bahkan memanfaatkan rambutnya pun tidak diperbolehkan. Konskuensinya adalah keharaman babi bukan hanya sebatas dagingnya, tetapi juga mencakup organ tubuh lainnya, berbeda dengan pandangan Dawud Azh-Zhahiri.

قَالَ أَبُو مُحَمَّدٍ: لاَ يَحِلُّ أَكْلُ شَيْءٍ مِنْ الْخِنْزِيرِ لاَ لَحْمِهِ وَلاَ شَحْمِهِ وَلاَ جِلْدِهِ وَلاَ عَصَبِهِ وَلاَ غُضْرُوفِهِ وَلاَ حَشْوَتِهِ وَلاَ مُخِّهِ وَلاَ عَظْمِهِ وَلاَ رَأْسِهِ وَلاَ أَطْرَافِهِ وَلاَ لَبَنِهِ وَلاَ شَعْرِهِ الذَّكَرُ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيرُ وَالْكَبِيرُ سَوَاءٌ، وَلاَ يَحِلُّ الْإِنْتِفَاعُ بِشَعْرِهِ لاَ فِي خَرَزٍ وَلاَ فِي غَيْرِهِ 

Artinya: “Abu Muhammad berkata, tidak halal memakan sesuatu apapun dari babi, baik daging, lemak, kulit, urat, tulang rawan, usus, otak, tulang, kepala, organ tubuh lainnya, susu, dan rambutnya, baik jantan maupun betina, kecil maupun besar. Begitu juga tidak halal mengambil manfaat rambut babi baik untuk manik-manik atau selainnya."

Al-Mawardi, dalam An-Nukat wal ‘Uyun, juz 1, halaman 222 juga menyebutkan hal yang sama terkait apakah hanya daging atau semua anggota badan yang diharamkan di dalam Islam, sebagai berikut;

فِيهِ قَوْلَانِ أَحَدُهُمَا التَّحْرِيمُ مَقْصُورٌ عَلَى لَحْمِهِ دُونَ غَيْرِهِ اِقْتِصَاراً عَلَى النَّصِّ ، وَهَذَا قَوْلُ دَاوُدَ بْنِ عَلِيٍّ وَالثَّانِيُّ أَنَّ التَّحْرِيمَ عَامٌّ فِي جُمْلَةِ الْخِنْزِيرِ وَالنَّصُّ عَلَى اللَّحْمِ تَنْبِيهٌ عَلَى جَمِيعِهِ لِأَنَّهُ مُعْظَمُهُ ، وَهَذَا قَوْلُ الْجُمْهُورِ 

Artinya: “Ada dua pendapat dalam memahami frase ayat ‘wa lahmal khinzir’ (dan daging babi). Pertama, keharamannya hanya sebatas daging babi, bukan yang lainnya sesuai bunyi nash. Ini adalah pendapat Dawud bin Ali. Kedua, keharamannya itu umum mencakup semua organ tubuh babi. Sedangkan nash yang hanya menyebutkan sebatas dagingnya itu dimaksudkan untuk mengingatkan keseluruhan bagian organnya karena sebagian besar organ tubuh babi adalah dagingnya."

Yang diharamkan dalam Islam bukan hanya daging babi, tetapi semua anggota tubuhnya. Penyebutan dalam Al-Qur'an hanya dengan kalimat "Lahm al-Hinzir; daging babi" memberi maksud keseluruhan anggota tubuhnya. Wallahu A'lam.[]

Sumber: NU Online