News

ISIS Umumkan Kematian Pemimpinnya, 'Mati Bertempur dengan Musuh Allah'

ISIS Umumkan Kematian Pemimpinnya, 'Mati Bertempur dengan Musuh Allah'
Di masa kejayaan mereka pada tahun 2014, para pejuang kelompok Negara Islam mengibarkan bendera hitam mereka di atas pangkalan militer hingga gedung-gedung pemerintah di sebagian besar wilayah Suriah dan Irak (Welayat Raqa/AFP)

AKURAT.CO  Kelompok bersenjata Negara Islam (ISIL/ISIS) telah mengumumkan bahwa pemimpinnya Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi, tewas dalam pertempuran.

Seorang juru bicara kelompok itu pada Rabu (30/11) mengonfirmasi bahwa Hashimi, yang seorang warga Irak, terbunuh 'dalam sebuah pertempuran dengan musuh Allah', AFP melaporkan. 

Juru bicara itu, Abu Omar al-Muhajer, tidak merinci tanggal atau penyebab kematian dari pemimpin tersebut. Namun, ia telah menyebut pemimpin baru untuk kelompoknya, yakni Abu al-Hussein al-Husseini al-Qurashi.

baca juga:

Qurashi mengacu pada suku asal Nabi Muhammad (Quraisy), yang darinya para pemimpin ISIS harus mengeklaim sebagai keturunan.

Al-Qurashi, sementara itu, diyakini sebagai nom de guerre atau nama perang yang diadopsi oleh berbagai pemimpin ISIS.

Meski kelompok itu tidak memberi rincian tentang kematian pemimpinnya, tapi Amerika Serikat (AS) sempat memberi tahu bahwa Hashimi tewas di Suriah selatan.

Laporan itu disampaikan Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), yang mengatakan bahwa Hashimi terbunuh dalam operasi yang dilakukan oleh pemberontak Tentara Pembebasan Suriah di Provinsi Dara'a. Juga menurut CENTCOM, ketua ISIS itu tewas pada pertengahan Oktober.

Diketahui di Provinsi Dara'a, sebagian besar wilayah telah dikendalikan oleh pasukan pemerintah Suriah dan para pemberontak yang telah mencapai kesepahaman dengan rezim tersebut. Pada pertengahan Oktober, Damaskus mengatakan telah melancarkan operasi gabungan melawan ISIS dengan mantan pemberontak di selatan provinsi itu.

"Operasi ini dilakukan oleh Tentara Pembebasan Suriah di Provinsi Dara'a di Suriah. ISIS tetap menjadi ancaman bagi wilayah tersebut. CENTCOM dan mitra kami tetap fokus pada kekalahan abadi ISIS," kata juru bicara CENTCOM Kolonel Joe Buccino dalam sebuah pernyataan, sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Sedikit yang diketahui tentang Hashimi, yang mengambil alih kepemimpinan kelompok tersebut setelah kematian pendahulunya Abu Ibrahim al-Qurashi. Ibrahim tewas pada Februari dalam serangan AS di Provinsi Idlib barat laut Suriah.  

Hashimi juga menjadi pemimpin ISIS kedua yang terbunuh sejak pendirinya Abu Bakr al-Baghdadi tewas di Idlib oleh AS pada 2019.

Kematian para pemimpin yang berturut-turut telah menandai pukulan bagi kelompok miltan tersebut, yang menurut koalisi pimpinan AS telah dikalahkan di Irak pada 2017, dan di Suriah dua tahun kemudian. Meski begitu, sel-sel tidur kelompok itu masih mampu melakukan serangan di kedua negara.

ISIS Umumkan Kematian Pemimpinnya, Mati Bertempur dengan Musuh Allah - Foto 1
 Kelompok bersenjata ISIL (ISIS) dikalahkan di Irak pada 2017 dan di Suriah dua tahun kemudian-Reuters

Pada 2014, ISIS mendeklarasikan apa yang disebut sebagai 'kekhalifahan', usai mereka menaklukkan sebagian besar wilayah di Irak dan Suriah.

Tahun yang sama, koalisi militer pimpinan AS meluncurkan operasi yang dijuluki 'Inherent Resolve', dengan tujuan mendepak ISIS dari wilayah-wilayah yang dikuasainya.

Gedung Putih merespons baik berita kematian Hashimi. Namun, mereka tidak mengomentari keterlibatan AS dalam operasi yang menyebabkan meninggalnya pemimpin ISIS itu.

"Kami senang melihat pencopotan para pemimpin ISIS dalam waktu yang cepat. Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk melawan ancaman global dari ISIS dan siap bekerja sama dengan para mitra internasional," ucap Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre. 

Hassan Hassan, penulis buku tentang ISIS, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa kelompok bersenjata itu kini telah menyusut. 

"Ini tidak berarti kelompok itu sudah selesai, tetapi untuk saat ini mereka adalah bayangan dari diri mereka sebelumnya; mereka telah dilubangi dalam hal kepemimpinan dan kemampuan untuk melakukan serangan.

"Kelompok itu tidak lagi memiliki pemimpin yang ikonik dan karismatik, dan mereka tidak melakukan serangan besar akhir-akhir ini," terangnya.

Pada September, Turki mengonfirmasi bahwa pasukan keamanannya telah menangkap Bashar Khattab Ghazal al-Sumaidai, seorang 'eksekutif senior' ISIS yang juga dikenal sebagai Abu Zeyd.

Media Turki mengatakan ada beberapa indikasi bahwa Sumaidai mungkin adalah pemimpin ISIL, Abu Hasan al-Hashimi al-Qurashi.[]