Ekonomi

Ironi, Sandi Janji Bangun Infrastruktur Tanpa Utang tapi Utangnya Sendiri Melimpah

Ironi, Sandi Janji Bangun Infrastruktur Tanpa Utang tapi Utangnya Sendiri Melimpah
(kiri-kanan) Sudirman Said Direktur Materi & Debat calon wakil presiden Sandiaga S. Uno, Thomas Djiwandono Bendahara Badan Pemenangan (BPN), Internal Audit Heru Swasana saat memaparkan laporan penerimaan dana kampanye pasangan Prabowo-Sandiaga di Jakarta, Rabu (28/11/2018). Penerimaan dana kampanye Prabowo-Sandi sebesar Rp41,9 milliar dengan rincian dana pribadi sandi Rp. 28,5 miliar dan sisanya berasal dari sumbangan relawan. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo-Sandi sebelumnya mengatakan, akan membangun infrastruktur tanpa harus mengutang ke negara lain. Namun, pernyataan tersebut dipertanyakan oleh politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohammad Guntur Romli dalam postingan Twitternya.

Pasalnya, cawapres Sandiaga Uno baru saja menjual saham perusahaannya, Saratoga (SRTG) sebanyak 9 kali dalam kurun waktu dua bulan sehingga nilai total transaksinya mencapai Rp502,95 miliar. Dana tersebut digunakan untuk biaya kampanyenya. Dari kondisi keuangannya tersebut, wajar jika rencana bangun infrastruktur tanpa utang dianggap mustahil.

"Kekayaan Sandiaga Uno melimpah, tapi jumlah utangnya bikin melongo. Dalam LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara) milik Sandi juga tercatat utang sebanyak Rp8.4 triliun dan 23.653.682 dolar AS. Banyak juga utangnya, ini bener @sandiuno? Mau bangun tanpa utang?," cuit @GunRomli, Selasa (11/12).

baca juga:

Sementara itu, Sandiaga Uno menyebut bahwa pembangunan infrastruktur tanpa utang sangat memungkinkan dilakukan, sehingga tidak membebani anggaran negara (APBN). Sebagai mantan investor infrastruktur, Sandi mengaku pernah menjalankannya dengan membangun beberapa proyek besar tanpa membebani uang rakyat.

Caranya, dengan melakukan pendekatan yang mengandalkan sektor kemitraan dengan swasta atau lewat penganggaran dengan dana jangka panjang.

“Saya pernah turut membangun infrastruktur jalan tol cipali 116 km, dengan tidak memakai uang negara dan membebani utang untuk negara dan BUMN,” kata Sandi usai mengikuti acara Maulid Nabi di Rantau Prapat Labuhan Batu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (11/12).

Mantan wakil gubernur DKI ini mengatakan, kuncinya melibatkan dunia usaha dan swasta. Jadi bukan bekerja sama dengan BUMN yang menggunakan APBN atau APBD. []

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu