News

Irjen Ferdy Sambo Tidak Melanggar Kode Etik, Harusnya Dijerat Pidana

Ferdy bukan penyidik yang menangani perkara

Irjen Ferdy Sambo Tidak Melanggar Kode Etik, Harusnya Dijerat Pidana
Kamaruddin Simanjuntak (Repro)

AKURAT.CO, Langkah Inspektorat Khusus (Irsus) Polri menetapkan Irjen Ferdy Sambo melakukan pelanggaran kode etik terkait penanganan tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Duren Tiga dinilai tidak tepat.

Pasalnya, Ferdy bukan penyidik yang menangani perkara.

"Dia (Ferdy Sambo) tidak melanggar kode etik sebab tidak sedang menyidik perkara," kata pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, Senin (8/8/2022).

baca juga:

Menurut Kamaruddin, penerapan pelanggaran kode etik terhadap Irjen Ferdy Sambo tidak tepat terlebih dia disebut merusak dan menghilangkan rekaman CCTV yang tujuannya menghapus jejak dan kronologi tewasnya Brigadir J.

Seharusnya, sebut Kamaruddin, Irjen Ferdy dijerat pidana salah satunya karena terindikasi terlibat dalam kasus tewasnya Brigadir J.

"Bukan hanya terindikasi terlibat perkara pembunuhan tetapi juga dugaan menghilangkan alat bukti," katanya.

Kamaruddin mengingatkan, terdapat sanksi pidana yang diatur dalam Pasal 221 KUHP. Pasal ini mengatur perbuatan menyembunyikan, menolong untuk menghindarkan diri dari penyidikan atau penahanan, serta menghalangi atau mempersulit penyidikan atau penuntut terhadap orang yang melakukan kejahatan. 

Kamaruddin juga menguraikan pasal tersebut bisa dikaitkan dengan pasal 88 KUHP tentang adanya pemufakatan jahat. 

"Apabila dua orang atau lebih telah sepakat melakukan kejahatan, jika benar (menghalangi penyidikan) bisa dijerat pasal 221 KUHP jo pasal 88 KUHP," katanya.

Terlebih, Kamaruddin meyakin Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal yang sudah ditetapkan tersangka bukanlah aktor intelektual pembunuhan terencana Brigadir J.

"Kita belum yakin kalau mereka yang menjadi aktor intelektual atau dalang pembunuhan Brigadir J. Ajudan itu kan hanya diperintah dan atau dikorbankan,” tutur demikian kata Kamaruddin Simanjuntak.[]