News

Irjen Eko Indra Bukan Lagi Kapolda Sumsel, Imbas Sumbangan Fiktif Rp 2 Triliun?

Eko Indra kini menjabat koordinator staf ahli


Irjen Eko Indra Bukan Lagi Kapolda Sumsel, Imbas Sumbangan Fiktif Rp 2 Triliun?
Donasi keluarga Akidi Tio (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Mabes Polri melakukan mutasi besar-besaran. Terselip nama Irjen Eko Indra Heri. Dia dimutasi dari Kapolda Sumatera Selatan menjadi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri.

Dalam surat telegram bernomor ST/1701/VIII/KEP./2021 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM) Irjen Wahyu Widada pada Rabu kemarin, ada  98 perwira tinggi dan menengah yang mengalami pergantian jabatan.

Disebutkan dalam telegram itu, posisi Kapolda Sumsel diisi Irjen Toni Harmanto yang sebelumnya menjaba Kapolda Sumatera Barat. 

Adapun pengganti Toni Harmanto adalah Irjen Teddy Minahasa Putra yang sebelumnya menjabat Sahlijemen Kapolri. 

Muncul anggapan Eko Indra dimutasi karena terkait kasus sumbangan Rp2 triliun dari keluarga Akidi Tio. Sebelumnya, Eko Indra menjadi sorotan publik karena menerima sumbangan tersebut.

Belakangan sumbangan yang dijanjikan tak kunjung diberikan oleh keluarga Akidi Tio. Walhasil, Eko Indra, disesalkan banyak pihak karena seharusnya memastikan terlebih dahulu uang yang akan disumbangkan ada atau tidak.

Eko Indra lalu meminta maaf karena telah terlibat dalam kegaduhan publik dan mengaku salah telah bertindak tidak hati-hati.

Namun anggapan ini buru-buru dibantah Mabes Polri. Trunojoyo menegaskan penarikan Irjen Eko adalah mutasi biasa karena sudah cukup lama menempati jabatan Kapolda Sumsel.

"Mutasi biasa, karena sudah lama, untuk penyegaran, tempat yang baru juga selevel," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (26/8/2021).[]