Olahraga

Irianto sebut Berani Main Bola Pendek Kunci Kemenangan Indonesia atas Curacao

Irianto sebut Berani Main Bola Pendek Kunci Kemenangan Indonesia atas Curacao
Pemain Tim Nasional Indonesia, Rachmat Irianto, ketika beraksi menghadapi Curacao di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9). (TWITTER/PSSI)

AKURAT.CO, Keputusan Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, memilih Rachmat Irianto sebagai kapten menggantikan Fachruddin Aryanto dalam laga melawan Curacao pada laga uji coba kedua di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Selasa (28/9) malam, cukup berhasil.

Usai pertandingan, Irianto mengatakan bahwa ia dan timnya diminta untuk tetap pada strategi memainkan bola pendek. Alhasil, Garuda–julukan Timnas Indonesia–mengalahkan Curacao 2-1 sebagai kemenangan kedua setelah tiga hari sebelumnya menang 3-2 atas lawan yang sama di Bandung.

Alhamdulillah (kami bisa memenangi) pertandingan yang sangat keras. Bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini karena kerja keras semua, dan di ruang ganti kami disuruh Coach Shin lebih kerja keras lagi, berani main bola pendek, kami bisa bermain melawan dengan tim yang ranking FIFA lebih tinggi,” kata Irianto.

baca juga:

“Mewakili teman-teman, saya mengucapkan terima kasih kepada suporter yang hadir ke sini yang sangat membantu. Itu yang kami butuhkan, dukungan, teriakan kalian luar biasa.”

Sebagaimana dikatakan Irianto, laga melawan Curacao berlangsung dengan keras. Hal tersebut terindikasi dengan tujuh kartu yang dikeluarkan oleh wasit Xaypaseth Phongsanit sepanjang pertandigan di mana salah satunya merupakan kartu merah untuk Curacao.

Pelatih Curacao, Remko Bicentini, menggambarkan kerasnya pertandingan melawan Indonesia di Pakansari dengan banyaknya pemain yang harus rebah di lapangan. Menurut mantan pemain klub Liga Belanda, NEC, tersebut, timnya tidak bermain baik meski sempat menyamakan kedudukan di awal babak kedua.

“Kita tidak memulai dengan baik karena Indonesia mencetak gol dengan cepat. Saya kira kita bermain baik di babak pertama, tapi sayang tidak mendapatkan hasil yang baik,” kata Bicentini.

“Setelah itu kita menyamakan kedudukan dengan cepat di babak kedua, tapi selanjutnya pertandingan tidak berjalan dengan baik karena banyak interupsi selama pertandingan dan banyak pemain yang tergeletak di tanah. Tapi Indonesia akhirnya mencetak satu gol lagi.”

Bicentini juga mengakui bahwa pemainnya sulit mengendalikan emosi karena tensi pertandingan seperti bukan laga uji coba. “Kita mengira laga persahabatan akan berlangsung mudah di mana kedua tim sama-sama menang, tapi ternyata tidak,” kata Bicentini.[]