Olahraga

Iran Minta FIFA Sanksi AS karena Lambang Republik Islam di Bendera

Iran Minta FIFA Sanksi AS karena Lambang Republik Islam di Bendera
Bendera Republik Islam Iran. (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Urusan politik memang sulit untuk dihindarkan di Piala Dunia Qatar 2022. Terakhir, Federasi Sepakbola Iran meminta FIFA menjatuhkan sanksi larangan bermain sebanyak sepuluh pertandingan terhadap Federasi Sepakbola Amerika Serikat karena urusan bendera.

Iran, yang dijadwalkan menghadapi AS pada Selasa (29/11) untuk laga terakhir grup B, mengajukan protes karena rivalnya tersebut memuat bendera mereka tanpa lambang Republik Islam Iran di media sosial. Iran menganggap tindakan tersebut melanggar kehormatan negara mereka.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, bendera tersebut akhirnya menghilang dari akun media sosial AS. Sementara AS sendiri menyatakan bahwa hal tersebut mereka lakukan sebagai bentuk dukungan protes atas hak asasi manusia khususnya wanita di Iran.

baca juga:

“Berdasarkan aturan FIFA seksi 13, siapapun yang menyinggung kehormatan atau integritas sebuah negara, orang atau sekelompok orang tersebut akan disanksi dengan larangan bermain sekurang-kurangnya sepuluh pertandingan atau pada periode tertentu, atau tindakan disiplin lain yang layak,” tulis media Iran, Tasnim, yang diyakini merupakan pernyataan Federasi Sepakbola Iran.

Lebih jauh, Iran mengatakan bahwa AS telah menyingkirkan simbol “Allah” di bendera mereka. Pasalnya, lambang Republik Islam Iran yang berupa empat lekukan dan satu pedang yang ada di bendera mereka sejak 1980 itu dianggap mewakili ucapan syahadat: “tiada Tuhan selain Allah”.

Polemik ini merupakan susulan protes yang terjadi di Iran sejak kematian seorang wanita berusia 22 tahun, Mahsa Amini, ketika berada dalam tahanan polisi, beberapa waktu lalu.

Amini diyakini tewas karena menolak mengenakan penutup kepala sebagaimana yang diwajibkan pemerintah Iran sementara demonstrasi yang terjadi setelahnya diperkirakan menewaskan sekurang-kurangnya 450 orang.

Di Qatar sendiri pendukung Timnas Iran terbagi dua antara yang menentang rezim dan mendukung rezim. Penentang rezim mengibarkan bendera singa dan matahari yang merupakan lencana pemerintahan sebelum Iran menjadi Republik Islam, Shah Mohammad Reza Pahlevi.

Sementara sekelompok suporter yang disinyalir mendukung rezim di Teheran diketahui menyanyikan yel-yel “Republik Islam Iran” kepada beberapa perempuan yang diwawancarai oleh jurnalis asing sebelum pertandingan tim mereka melawan Wales di Al Rayyan, 25 November silam.[]