News

Iran Klaim Fasilitas Nuklirnya Disabotase, Israel Dituding sebagai Dalangnya

Sebuah fasilitas nuklir di Iran diklaim disabotase sehari setelah peluncuran peralatan pengayaan uranium baru. Israel pun dituding sebagai dalangnya.


Iran Klaim Fasilitas Nuklirnya Disabotase, Israel Dituding sebagai Dalangnya
Citra satelit fasilitas nuklir Natanz di Iran pada bulan Oktober (BBC)

AKURAT.CO, Sebuah fasilitas nuklir di Iran diklaim disabotase sehari setelah pemerintah negara itu meluncurkan peralatan pengayaan uranium baru. Israel pun dituding sebagai dalangnya.

Dilansir dari BBC, Presiden Iran Hassan Rouhani meresmikan sentrifugal baru di situs Natanz pada Sabtu (10/4) dalam upacara yang disiarkan langsung di televisi. Sentrifugal adalah perangkat yang dibutuhkan untuk menghasilkan uranium yang diperkaya agar dapat digunakan untuk membuat bahan bakar reaktor serta senjata nuklir. Artinya, Iran kembali melanggar kesepakatan nuklir 2015 yang hanya mengizinkannya untuk memproduksi dan menyimpan uranium yang diperkaya dalam jumlah terbatas guna menghasilkan bahan bakar untuk pembangkit listrik komersial.

Namun, pada Minggu (11/4), Juru Bicara Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Behrouz Kamalvandi mengungkapkan terjadinya insiden di pagi hari pada jaringan tenaga  fasilitas nuklir. Ia tak merinci lebih lanjut, tetapi mengatakan kepada kantor berita Fars bahwa tak ada korban atau kebocoran.

Setelah itu, TV pemerintah mengumumkan pernyataan Ketua AEOI Ali Akbar Salehi bahwa insiden itu merupakan sabotase dan terorisme nuklir. Namun, ia tak menyebut siapa yang harus disalahkan atas pemadaman listrik di kompleks Natanz tersebut.

"Republik Islam Iran mengutuk langkah tercela ini dan menegaskan perlunya komunitas internasional serta Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk menangani terorisme nuklir ini. Iran berhak menindak pelakunya," ucapnya.

IAEA mengaku mengetahui laporan insiden itu, tetapi memilih tidak berkomentar lebih lanjut.

Sementara itu, media publik Israel Kan mengutip sumber intelijen yang tak disebutkan namanya yang mengklaim bahwa pemadaman listrik di fasilitas tersebut disebabkan oleh operasi siber Israel. Dugaan yang sama juga disebut oleh surat kabar Haaretz.

Menurut Ron Ben-Yishai, seorang analis pertahanan di laman berita Ynet, kemampuan senjata nuklir Iran semakin maju, sehingga masuk akal untuk berasumsi bahwa masalah itu mungkin bukan disebabkan oleh kecelakaan, melainkan sabotase yang disengaja untuk memperlambat perlombaan nuklir.

Di hari yang sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan bahwa perjuangan melawan Iran, proksinya, dan upaya persenjataannya merupakan misi yang besar.

"Situasi hari ini belum tentu sama dengan situasi yang terjadi esok hari," tambahnya tanpa merujuk insiden Iran secara langsung.

Kesepakatan nuklir Iran yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA) tengah berusaha dipulihkan sejak Donald Trump menarik Amerika Serikat (AS) keluar darinya. Di bawah pemerintahan Biden, upaya diplomatik telah digandakan untuk menghidupkannya kembali.

Namun, Netanyahu memperingatkan agar tidak kembali ke kesepakatan tersebut. Pekan lalu, ia menyatakan bahwa Israel tak akan terikat oleh perjanjian baru dengan Teheran.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu