Lifestyle

Iqbaal Ramadhan dan The Body Shop Ajak Anak Muda Keren Tanpa Nyampah

Untuk lebih mempermudah menanggulangi sampah, The Body Shop meluncurkan #KerenTanpaNyampah.


Iqbaal Ramadhan dan The Body Shop Ajak Anak Muda Keren Tanpa Nyampah
Acara virtual yang diadakan The Body Shop, untuk pelencuran kampanye #kerentanpanyampah. (PR Event The Body Shop)

AKURAT.CO, Generasi Z sangat bergantung kepada kepraktisan dan kemajuan teknologi dan inovasi yang akan memudahkan mereka dalam menjalankan aksi kepedulian terhadap lingkungan.

Untuk lebih mempermudah menanggulangi sampah, The Body Shop meluncurkan #KerenTanpaNyampah. Di mana, kamu diminta tidak membuang sampah kemasan kosmetik ke tempat sampah, yang menjadi kebiasaan baru yang keren.

Kampanye ini juga tercermin dalam peluncuran penyempurnaan program Bring Back Our Bottles (BBOB) 2.0 yang hadir dengan konsep Full Circular Economy dan kehadiran Refill Station The Body Shop dengan inovasi yang modern.

Kedua program di bawah kampanye #KerenTanpaNyampah ini diharapkan dapat menyelamatkan 2 Juta sampah botol kemasan sehingga dapat mengurangi beban di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA). Saking niatnya, The Body Shop mengajak artis Iqbaal Ramadhan dalam kampanye ini sebagai representasi kaum generasi z.

“Saya sangat senang dan setuju dengan hadirnya Refill Station dan program Bring Back Our Bottles 2.0 yang diusung oleh The Body Shop Indonesia. Ini mungkin yang sedang ditunggu-tunggu oleh generasi muda yang menginginkan cara-cara praktis dan ekonomis, sehingga mereka juga dapat mulai menjalankan gaya hidup yang lebih sustainable dan ramah lingkungan”, ujar Iqbaal dalam acara virtual yang disenggelarakan oleh The Body Shop, dihadiri Akurat.co pada Selasa, (14/9).

Sementara itu, Executive Chairperson & Owner The Body Shop Indonesia, Suzy Hutomo, mengatakan bahwa program BBOB pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 untuk mengajak konsumennya mengembalikan kemasan kosong produk The Body Shop ke toko-toko terdekat untuk didaur ulang. Lalu, hasil pengolahannya digunakan untuk pemberdayaan masyarakat.

“Sejauh ini, lebih dari 9 juta kemasan yang kembali dari konsumen, dan ini akan terus bertambah karena The Body Shop selalu mengedukasi konsumennya untuk membawa kembali kemasan kosong yang sudah tidak digunakan,” ujar Suzy, dikesempatan yang sama.

Menurut Suzy, BBOB dilanjutkan dengan cakupan yang lebih luas lagi, tidak hanya sekadar aksi mengembalikan produk, tetapi juga bagaimana mengedepankan inovasi dan terus menggalakkan konsep Full Circular Economy.

Suzy Hutomo menambahkan, bukan hanya dari kemasan produk yang merupakan sustainable packaging, namun juga dengan menghadirkan Refill Station, untuk menjawab tantangan akan pengurangan polusi plastik. 

“Pelanggan dapat membeli kemasan botol aluminium yang dapat diisi ulang sehingga penggunaan kemasan plastik sekali pakai dapat terus dikurangi. Lalu, jumlah berapa banyak sudah mengisi ulang akan diakumulasi dalam poin membership dan akan mendapatkan produk-produk The Body Shop dengan harga yang lebih ekonomis,” tambahnya.

Dalam #KerenTanpaNyampah ini, The Body Shop juga ingin menyempurnakan program Bring Back Our Bottles 2.0 dengan konsep Full Circular Economy dengan meghadirkan kembali hasil recycled plastic kepada konsumen berupa barang yang dapat dipergunakan, seperti soap dish dan pocket mirror. 

Seorang Musisi, petani, dan aktivis yang peduli terhadap lingkungan asal Bali, Gede Robi, juga menggarisbawahi pentingnya praktek Full Circular Economy merupakan salah satu inisiatif yang penting dalam menjawab tantangan polusi plastik.

“Menurut data yang dikeluarkan oleh Ecoton, se-Indonesia khususnya Pulau Jawa, setiap tahun ada 8 juta ton sampah plastik, 3 juta ton bisa diolah, dan yang 5 juta ton yang tidak terkelola. Ada yang dibuang, ditimbun, dibakar dan 2,6 juta ton dibuang ke aliran sungai. Jika tingkat produksi dan konsumsi plastik saat ini berlanjut dan bahkan diproyeksikan terus meningkat, maka diperkirakan jumlah sampah plastik yang salah kelola di Indonesia pada 2025 akan meningkat lebih dari dua kali lipat," ujar Gede Robi, di kesempatan yang sama.

"Peran aktif produsen dan industri harus terus berinovasi untuk mencapai 100% produk plastik yang bisa didaur ulang, ataupun secara perlahan-lahan dapat menghapusnya sama sekali," sambung Gede.[]