News

IPW: Polri Tak Perlu Periksa Novel, Hanya Buang-buang Waktu

Polri tak perlu memanggil dan memeriksa Novel karena hanya buang-buang waktu


IPW: Polri Tak Perlu Periksa Novel, Hanya Buang-buang Waktu
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan ditemui di kediamannya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (18/10/2019). (AKURAT.CO/Gerdiansyah)

AKURAT.CO, Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Polri  tidak memproses hukum penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Meski begitu, Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai kicauan Novel yang mengomentari wafatnya Soni Eranata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi di Rutan Bareskrim tidak etis. Opini Novel, lanjut Neta, cenderung mengintervensi Polri dalam menjalankan tugas. Hal ini bisa memperburuk hubungan KPK dengan Polri.

"Polri tak perlu memanggil dan memeriksa Novel karena hanya buang-buang waktu," kata Neta di Jakarta, Minggu (14/2/2021).

Neta menerangkan, kicauan Novel tidak etis karena dia adalah penyidik KPK. Kemudian, Novel merupakan mantan anggota Polri.

"Jadi kalau pun dia mau berpendapat sebaiknya disampaikan langsung ke para mantan koleganya yang masih banyak bertugas di Polri. Jika opininya dilempar ke publik akan muncul opini negatif yang bisa menuding Novel hendak memprovokasi publik dan memojokkan Polri, yang ujung ujungnya hendak membenturkan Polri dengan KPK," ujarnya.

Demi menjaga hubungan baik antara KPK dan Polri, Neta mengusulkan agar Novel segera ditegur.

"IPW mendesak dewan etik KPK segera menegur Novel agar jangan kebiasaan mengurusi kinerja institusi lain dan urusin saja kinerja KPK agar mampu membumi hanguskan korupsi dari negeri ini," katanya.

Diketahui, Ormas Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Mitra Kamtibmas (PPMK) melaporkan Novel ke Bareskrim Polri lantaran dianggap melakukan provokasi atas cuitannya di akun Twitter Novel yang mengomentari wafatnya Ustaz Maaher di Rutan Bareskrim.

"Kami melaporkan Saudara Novel Baswedan karena dia telah melakukan cuitan di Twitter yang diduga (mengandung) ujaran hoaks dan provokasi," kata Wakil Ketua DPP PPMK Joko Priyoski di Kantor Bareskrim Polri Jakarta, Kamis (11/2).

Dalam pelaporan itu, pihaknya menuding Novel Baswedan melanggar Pasal 14, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 18 Tahun 2016 tentang ITE.

Joko mengatakan pihaknya juga akan mengadukan Novel ke Dewan Pengawas KPK karena bukan kewenangan Novel sebagai penyidik mengomentari kematian Ustaz Maaher.

Sebelumnya, Novel merasa miris mendengar kabar meninggal-nya Ustadz Maaher di Rutan Bareskrim Polri. Novel meminta supaya aparat penegak hukum tidak keterlaluan dalam menangani perkara yang bukan "extraordinary crime".

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Ustadz Maaher meninggal di rutan Polri. Padahal kasus-nya penghinaan, ditahan, lalu sakit. Orang sakit, kenapa dipaksakan ditahan? Aparat jangan keterlaluanlah. Apalagi dengan ustadz. Ini bukan sepele lho.." cuit Novel melalui akun Twitter @nazaqistsha, Selasa (9/2).