News

IPW: Penangkapan Syahganda Cs Uji Nyali Gatot Nurmantyo sebagai Tokoh KAMI

Syahganda Cs akan dibebaskan dan kasusnya tidak sampai ke pengadilan seperti empat kasus makar terdahulu, terutama kasus Hatta Taliwang cs.


IPW: Penangkapan Syahganda Cs Uji Nyali Gatot Nurmantyo sebagai Tokoh KAMI
Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan sambutan dalam deklarasi KAMI kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Kota Magelang (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, Indonesia Police Watch (IPW) menilai gelombang demonstrasi berujung rusuh di tanah air hanyalah momentum Polri untuk menangkap pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang lama jadi incaran. Penangkapan Sekretaris Komite Kerja KAMI Syahganda Nainggolan dan Anggota Jumhur Hidayat merupakan kelanjutan dari operasi penangkapan orang-orang yang kritis terhadap kebijakan pemerintahan presiden Jokowi.

"IPW melihat, sejak semula rezim Jokowi sudah mengincar pergerakan dan manuver KAMI yang dianggap cenderung menjengkelkan. Berbagai aksi penolakan atas kehadiran KAMI di berbagai daerah sudah dilakukan tapi aktivis KAMI tetap "bandel" untuk bermanuver," kata Neta, Rabu (14/10/2020).

Selama ini, kata dia, polisi kesulitan mencari alasan hukum untuk mengamankan pentolan KAMI. Sebab, sangat tidak mungkin menangkap mereka tanpa alasan. Alasan penangkapan sesuai dengan pasal yang disangkakan pada kedua pentolan KAMI itu terkesan dibuat-buat.

Penangkapan itu, kata dia, sama seperti dilakukan rezim polisi terhadap Hatta Taliwang cs mapun Eggi Sudjana cs saat akan terjadinya aksi demo besar di periode pertama pemerintahan Jokowi. Tak beda jauh dengan penangkapan terhadap Syahganda Cs yang juga dilakukan saat marak aksi demo maupun rencana demo besar.

"Kasus Syahganda Cs setali tiga uang dengan kasus makar terdahulu. Artinya, semua itu tak lain hanya sekadar terapi kejut untuk para pengikut KAMI di tengah maraknya aksi demo buruh yang menolak UU Ciptaker yang kontroversial," katanya.

Dia menilai, ada tiga tujuan penangkapan Syahganda Cs. Pertama, untuk mengalihkan konsentrasi buruh dalam melakukan aksi demo dan menolak UU Ciptaker. Kedua, memberi terapi kejut bagi KAMI dan jaringannya agar tidak melakukan aksi-aksi yang cenderung membuat gerah elite pemerintahan Jokowi. Ketiga, penangkapan bertujuan untuk menguji nyali Gatot Nurmantyo sebagai tokoh KAMI.

"Jika dia (Gatot Nurmantyo) terus bermanuver bukan mustahil Gatot juga akan diciduk rezim, sama seperti rezim menciduk sejumlah purnawirawan di awal Jokowi berkuasa di periode kedua kekuasaannya sebagai presiden," katanya.

Menurut dia, kasus yang melilit Syahganda Cs itu juatru lebih kental nuansa politisnya. Sasarannya, kata dia, bukan untuk mencegah aksi penolakan terhadap UU Ciptaker tapi lebih kepada manuver untuk menguji nyali Gatot Nurmantyo.

Pada akhirnya, Syahganda Cs akan dibebaskan dan kasusnya tidak sampai ke pengadilan seperti empat kasus makar terdahulu, terutama kasus Hatta Taliwang cs. []