News

IPW Desak Timsus Polri Pidanakan Polisi Halangi Pengusutan Kasus Brigadir J

Timsus Penanganan Kasus Baku Tembak di rumah Kadiv Propam Polri didesak memberikan tindakan hukum terhadap anggota Polri yang menghalangi proses hukum.

IPW Desak Timsus Polri Pidanakan Polisi Halangi Pengusutan Kasus Brigadir J
Suasana rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (12/7/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Tim Khusus Penanganan Kasus Baku Tembak di rumah Kadiv Propam Polri untuk memberikan tindakan hukum terhadap anggota Polri yang menghalangi proses hukum atau obstruction of justice, sebagaimana diterapkan pada Pasal 233 KUHP.

"Indonesia Police Watch (IPW) juga mendesak kepada tim khusus internal Polri untuk melakukan tindakan hukum kepada anggota Polri yang menghalangi proses hukum (obstruction of justice) dengan menerapkan pasal 233 KUHP," ujar Ketua IPW Sugeng Tegung Santoso dalam keterangan persnya, Kamis (21/7/2022).

Adapun bunyi pasal 233 KUHP menyatakan bahwa:

baca juga:

"barangsiapa dengan sengaja menghancurkan, merusak, membikin tak dapat dipakai, menghilangkan barang-barang yang digunakan untuk meyakinkan atau membuktikan sesuatu di muka penguasa yang berwenang, akta-akta, surat-surat atau daftar-daftar yang atas perintah penguasa umum, terus menerus atau untuk sementara waktu disimpan, atau diserahkan kepada seorang pejabat, ataupun kepada orang lain untuk kepentingan umum, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun."

Menurut Sugeng, kasus ini harus dijadikan koreksi di tubuh Polri yang melaksanakan Polri Presisi.

Oleh karena itu, institusi Polri harus berani tegas, menindak terhadap anggota-anggotanya yang terlibat melakukan penyimpangan dan pelanggaran hukum dalam kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigpol Yosua. 

Apalagi arahan Presiden Joko Widodo cukup gamblang yakni jangan sampai ada keraguan dari masyarakat, harus dituntaskan dan jangan ditutupi. 

"Sebab itu, Tim Khusus Internal Polri harus mengusutnya secara menyeluruh terhadap setiap anggota Polri yang terlibat dalam penanganan kasus meninggalnya Brigpol Yosua di rumah Irjen Ferdy Sambo tersebut," kata dia. 

Untuk mengusut tuntas kasus tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus yang dipimpin Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono.

Tim tersebut juga dibantuk oleh Komnas HAM dan Kompolonas, yang diharapkan akan disampaikan secara transparan dan terang-benderang.

Kapolri juga telah menonaktifkan Karo Paminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto.

"Menonaktifkan Karo Paminal, kedua dinonaktifkan adalah Kapolres Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di kantornya, Rabu (20/7/2022).

Kendati demikian, Dedi belum bisa menjelaskan siapa pengganti Brigjen Hendra dan Kombes Budhi. 

"Nanti siapa pejabat sementaranya akan secara administratif ditunjuk Kapolda Metro Jaya," ungkapnya. []