News

IPW Apresiasi TNI Bermanuver di Area Markas FPI

ICW nilai wajar bila TNI turun tangan mengambil alih pengendalian situasi keamanan dalam kota.


IPW Apresiasi TNI Bermanuver di Area Markas FPI
Ketua Presedium IPW Neta S Pane (AKURAT.CO/Faqih)

AKURAT.CO, Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi TNI yang telah menurunkan baliho bergambar Habib Rizieq Syihab (HRS) di berbagai tempat.

Manuver taktis TNI di Petamburan atau di sekitar markas FPI pimpinan HRS juga didukung. Sebab, hanya TNI kekuatan yang berani melakukan itu. Pencabutan poster-poster itu sejatinya menjadi tugas Satpol PP bersama Polri. Sebab sesuai ketentuan Perda, semua pemasangan spanduk, poster dan baliho harus mengantongi izin dan tidak boleh dipasang di sembarangan tempat.

"Namun Satpol PP dan Polri tidak berani mencabut baliho-baliho HRS. Sebab itu, IPW memberi apresiasi kepada Pangdam Jaya yang sudah memerintahkan anggotanya mencabuti baliho-baliho HRS tersebut. Diharapkan jajaran Kodam Jaya segera membersihkan semua baliho HRS yang tanpa izin tersebut," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane (20/11/2020).

Hal sama juga dengan manuver prajurit TNI di wilayah Petamburan Kamis sore (19/11/2020). Menurut dia, manuver prajurit TNI dengan memamerkan kendaraan taktis dan membunyikan sirine merupakan psywar bagi HRS dan FPI selaku Ormas pendukungnya.

"IPW menilai hal ini harus dilakukan TNI untuk mengantisipasi situasi ketahanan negara dan keutuhan NKRI. Sebab HRS sudah beberapa kali bermanuver yang bisa mengganggu keutuhan NKRI," katanya.

Ia lantas mencontohkan manuver HRS yang dia anggap mengancam keutuhan NKRI itu. Misalnya HRS yang menyebut dirinya akan memimpin revolusi selayaknya revolusi di Iran pimpinan Ayatollah Khomeini. Contoh lain, yakni potongan pidatonya yang berisi kalimat provokatif seperti memenggal kepala.

"Meskipun itu hanya ancaman kosong, tapi mengingat massa FPI cenderung radikal dan dari masyarakat bawah, ucapan HRS itu bisa berpotensi memicu kekacauan dan gangguan keamanan serta mengganggu keutuhan NKRI," ungkapnya.

Dalam situasi seperti saat ini, ia menilai sangat wajar bila TNI turun tangan mengambil alih pengendalian situasi keamanan dalam kota. Manuver-manuver di Petamburan itu memberi pesan bahwa negara tidak boleh kalah dengan kelompok manapun.

"Semua ini dilakukan TNI demi keutuhan NKRI dari ancaman dan manuver HRS maupun FPI. Manuver TNI di sekitar Petamburan dan pencabutan baliho HRS ini sekaligus menunjukkan bawah negara tidak boleh kalah pada pihak pihak yg bermanuver ingin mengacaukan atau merusak keutuhan NKRI," katanya.[]