image
Login / Sign Up

Atma Jaya Dukung KPK dari Ruang Akademik

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Kuliah umum Fakultas Hukum Univ. Atma Jaya Makassar | Dok. UAJM

AKURAT.CO, Ditengah polemik dan juga berbagai eskalasi aksi demontrasi baik oleh sekelompok elemen mahasiswa dan masyarakat sebagai respon beberapa produk UU yang telah disahkan oleh DPR belakangan ini, Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Makassar yang terletak di Jl. Tanjung Alang No. 23 Makassar, mencoba mengajak seluruh civitas academica Atma Jaya Makassar kepada ruang perdebatan dan diskusi ilmiah akademik tentang berbagai produk peraturan perundang-undang tersebut yang dianggap bermasalah oleh sebagian kalangan.

Ruang akademik ini kemudian dibungkus dalam format kuliah umum. Kali ini, Fakultas Hukum Atma Jaya Makassar mengangkat tema 'UU KPK Hasil Revisi dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi di Indonesia'.

Kuliah umum yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan para dosen Universitas Atma Jaya Makassar tersebut, dinarasumberi oleh pakar Hukum Pidana Universitas Hasannudin Makassar, Prof. DR. H.M.Said Karim,S.H.,M.H.,M.Si.,CLA.

baca juga:

Dalam rangkaian acara kuliah umum tersebut, Dekan Fakultas Hukum Atma Jaya Makassar, DR. Antonius Sudirman, S,H.,M.Hum, pada pembukaan acara memberikan sambutan singkat berkaitan dengan tujuan dari kuliah umum yang dilaksanakan yakni dalam rangka merespon berbagai dinamika nasional khususnya pro dan kontra beberapa peraturan Perundang-undangan yang telah disahkan oleh DPR termasuk UU KPK.

Kuliah umum sengaja dilaksanakan dalam rangka memberikan pencerahan ilmiah terhadap civitas akademica Fakultas Hukum khususnya dan Universitas Atma Jaya secara umum berkaitan dengan substansi UU KPK Hasil Revisi yang penuh dengan pro dan kontara setelah disahkan oleh DPR tersebut.

"Kuliah Umum dan seminar merupakan kegiatan akademik yang sering dilakukan oleh Fakultas Hukum dalam menjaga Atmosfir akademik Ilmiah di Perguruan Tinggi Katolik di Kota Makassar tersebut," kata Antonius. 

Dalam Kuliah Umum ini, Prof Said Karim yang didampingi moderator Wencislaus S. Nansi, S.H.,M.Hum, yang merupakan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum Atma Jaya Makassar mengulas secara detail beberapa pasal dalam UU KPK yang menjadi polemik publik belakangan ini.

Kurang lebih ada 15 Pasal Dalam UU KPK menurut Prof Said Karim yang ditolak oleh segelintir elemen masyarakat, dan pasal -pasal tersebut penting diluruskan pemahamannya, sehingga masyarakat tidak sekedar menolak tetapi harus memahami secara sungguh ketentuan pasal tersebut.

Kuliah umum Fakultas Hukum Univ. Atma Jaya Makassar. Dok. UAJM

Bagi Prof Said Karim, tidak ada lembaga yang tidak bisa dikoreksi dan tidak bisa diawasi, termasuk KPK. Semua masyarakat di Indonesia ingin pemberantasan korupsi, hanya dalam menyampaikan pendapat penting dengan cara-cara yang elegan.

Apabila tidak menyetujui UU KPK, maka ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan seperti: Presiden menerbitkan PERPU, Yudisial Review, Legislatif Review, dan atau alternatif lain membiarkan UU KPK baru ini dijalankan, nanti akan dievaluasi kembali dalam perjalannya.

Dalam kuliah umum tersebut, Prof Said Karim memberikan apresiasi kepada Fakultas Hukum dan Universitas Atma Jaya Makassar yang menjadi satu-satunya universitas di Sulawesi Selatan bahkan secara nasional yang mendiskusikan UU KPK setelah revisi dalam ruang akademik.

Dalam Penutupan kegiatan kuliah umum tersebut, moderator Wencislaus Sirjon Nansi,S.H.,M.Hum, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Hukum mengajak seluruh mahasiwa Fakultas Hukum, khususnya, dan Atma Jaya umumnya, untuk menciptakan Atma Jaya sebagai habitus ilmiah dan intelektual yang mengedepankan pola-pola elegan ilmiah dalam merespon berbagai situasi nasional dan lokal.

"Dalam pemberantasan korupsi, kita memiliki semangat yang sama 'Lawan korupsi dan lawan semua upaya pelemahan terhadap KPK”. Dan semangat itu selaras dengan tata nilai Univeritas Atma Jaya Makassar: Intelektualitas, Kepribadian, dan Bela Rasa Terhadap Sesama," kata penutup tersebut disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta sekaligus mengakhiri seluruh kegiatan kuliah umum tersebut.[]

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

News

Pengamat Hukum: Tidak Ada Pelemahan KPK jika Pasal Tipikor Masuk RKUHP

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Iptek
Wabah Corona

Fitur-fitur Aplikasi Mobile Covid Track dalam Perangi Corona

Tracing pada pasien-pasien dapat dilihat pada halaman terbatas aplikasi yang sedang dibangun

Image
Iptek
Wabah Corona

Wabah Corona Sebabkan Penurunan Permintaan Kendaraan Bermotor di Indonesia

Menteri Perindustrian telah mengeluarkan Surat Edaran Menperin No 4 tahun 2020

Image
Iptek

Tesla Alami Penjualan Tertinggi di Pasar Tiongkok pada Maret

Tesla dapat menjual hingga 10.160 unit

Image
Iptek

Lazada Melihat Adanya Kenaikan Transaksi Produk Kesehatan dan Kebersihan

Lazada sendiri, lanjut Monika, telah memberikan donasi sebesar IDR 1,6 milyar.

Image
Iptek
Wabah Corona

Selama Pandemi, Operator Seluler Gelontorkan Rp3 Triliun

Meliputi ketersediaan bandwith yang maskimal serta pemberian paket khusus untuk masyarakat

Image
Iptek
Wabah Corona

Terdampak Corona, Industri Otomotif Dapat Stimulus Fiskal

Menteri Perindustrian telah mengirim surat kepada kepada Menteri Keuangan mengenai usulan Pos Tarif terkait stimulus jilid II

Image
Iptek
Wabah Corona

Gandeng RS Mitra Keluarga, Halodoc dan Gojek Sediakan Rapid Test Drive Thru Gratis

Saat ini hanya berlaku untuk pengguna di Jakarta

Image
Iptek
Wabah Corona

Italia Rancang Aplikasi Khusus Tuk Tekan Penyebaran Virus Corona

Upaya pemerintah mencari cara untuk secara bertahap meringankan kebijakan lockdown yang diberlakukan di negara tersebut sebulan lalu

Image
Iptek
Wabah Corona

Google Gratiskan Akses Premium ke Penggunanya di 14 Negara

Penawaran gratis tersebut meliputi versi berbayar, Stadia Pro

Image
Iptek
Wabah Corona

BPPT Luncurkan Aplikasi Covid Track, Bisa Lacak Pergerakan ODP dan PDP Corona

Aplikasi ini berisi data primer yang sangat valid karena bersumber dari dokter

terpopuler

  1. Gara-gara Lockdown Pandemi Corona, Pasangan Ini Malah Terdampar di Resor Mewah

  2. Ini yang Akan Terjadi pada Hardcore Gamer 20 Tahun ke Depan Jika Tak Ubah Pola Hidup

  3. Pengakuan Pembakar Waria di Cilincing: Teriakan Mira Saat Disiram Bensin Terus Terngiang

  4. Meski Sudah Klarifikasi Terkait Tudingannya, Said Didu Disarankan Temui Luhut Panjaitan

  5. Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

  6. Jarang Tersorot, 10 Potret Putra Menteri BUMN Mahendra Agakhan Thohir

  7. Alasan dan Hikmah Nabi Muhammad Menikah dengan Aisyah

  8. 'Akhir Cerita Cinta', Lagu Glenn Fredly Tentang Pedihnya Berpisah dengan Orang Tersayang

  9. Takut Tularkan Corona, Pria Malaysia Jalan Kaki Selama Tiga Hari ke Kampung Halaman Sepulang dari Jepang

  10. Delapan Tahun Menikah, Ini 10 Potret Harmonis Dewi Sandra dan Agus Rahman

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

PSBB dan Masa Depan Jakarta

Image
Achsanul Qosasi

Krisis dan Sikap Satria Pemimpin

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Glenn Fredly Meninggal, Erick Thohir: Selamat Tinggal, Karyamu Selalu Abadi

Image
News

Fadli Zon hingga Sri Mulyani, Potret Kenangan 7 Pejabat Tanah Air Bersama Glenn Fredly

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Putra Menteri BUMN Mahendra Agakhan Thohir